Menu

Mode Gelap
Puncak Arus Balik, Jalur Lumajang – Malang Via Piket Nol Lancar Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu

Peristiwa · 12 Agu 2022 21:43 WIB

Balap Enggrang hingga Klompen Batok, Cara Anak-anak Desa Meriahkan HUT Kemerdekaan


					Balap Enggrang hingga Klompen Batok, Cara Anak-anak Desa Meriahkan HUT Kemerdekaan Perbesar

Krejengan,- Euforia perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 menggema di seluruh penjuru tanah air. Di Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, aneka permainan tradisional dilombakan.

Ketua Panita Bambang S. Utomo mengatakan, perlombaan permainan tradisional sebagai simbol ucapan terima kasih kepada para pendahulu bangsa dan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

“Ini merupakan ucapan terima kasih kepada para pendahulu kita yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara. Permainan ini juga merupakan peninggalan para pejuang kita,” ujarnya, Jum’at (12/8/22).

Menurutnya, dengan melestarikan permainan tradisional seperti bakiak panjang, klompen batok, dan enggrang, menjadi ikhtiar untuk mengenang para pendahulu yang menciptakan ragam permainan dengan makna mendalam.

“Ya seperti klompen batok ini memiliki makna yang sangat dalam. Itu ada batok bambu yang dilubangi tengahnya kemudian di kasih tali. Batok bambu melambangkan hubungan sosial kita, sedangkan tali merupakan hubungan kita dengan tuhan,” jelas dia.

Umam menambahkan, permainan batok bambu dengan cara tali disambungkan ke bambu lainnya, memerlukan keseimbangan ketika diangkat diantara kaki dan tangan. Jika tidak seimbang, maka batok bambu tidak bisa terangkat.

“Itu menggambarkan jika hubungan sosial tidak stabil maka tidak akan berjalan, begitupun hubungan kita dengan tuhan jika tidak seimbang maka tidak akan tercipta kehidupan yang harmonis,” jelasnya panjang lebar.

Sekretaris Desa (Sekdes) Jatiurip, Najib menyampaikan, selain untuk merayakan hari kemerdekaan RI, perlombaan itu juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan anak kepada gadget yang cenderung mempengaruhi masa belajar anak.

“Ya agar generasi kita tidak tergantung gadget, karena sudah banyak kita temui anak dibawah umur yang memiliki Handphone pribadi. Ini merupakan salah satu PR kita untuk ikut membenahi agar generasi bangsa kita tidak terpengaruh dengan perkembangan zaman, tapi tidak ketinggalan zaman,” pungkasnya. (*) 

 

Editor: Efendi Muhammad

Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa