Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Lingkungan · 20 Agu 2022 08:45 WIB

Eskavator Ngadat, Sampah pun Membludak


					Eskavator Ngadat, Sampah pun Membludak Perbesar

Krejengan,- Persoalan sampah di wilayah Kabupaten Probolinggo, tak pernah usai. Keluhan soal pengelolaan sampah datang silih berganti dari masyarakat.

Terbaru, warga mengeluhkan timbunan sampah di Tempat Penampungan Akhir (TPA) di Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, yang meluber hingga ke badan jalan. Warga menilai, kondisi itu tak elok dipandang selain menyebabkan bau tidak sedap.

Warga Senoro, Sunarto (57) mengatakan, tumpukan ampah tersebut sudah terjadi sejak tiga pekan lalu. Sampah yang menumpuk di bahu jalan, bahkan hingga setinggi sekitar 2 meter.

“Sudah sekitar tiga mingguan numpuk di jalan umum ini, biasanya kan ke dalam pagar sana sampah dibuang, tapi yang ini entah kenapa dibuang di jalan umum ini. Ini jalan menuju ke Desa Kedung Caluk, jadi jalannya semakin sempit,” keluh Sunarto saat ditemui di sekitar TPA Seboro, Jum’at (19/8/22).

Sunarto menjelaskan, selain dirinya, warga setempat banyak juga yang mengeluh karena tumpukan sampah menimbulkan bau tidak sedap. Lalat berterbangan di sekitar sampah, yang dikhawatirkan juga beterbangan ke pemukiman penduduk.

“Lalat sama baunya itu yang sangat mengganggu. Bahkan jalannya hampir ketutupan sampah, biasanya dibuang ke dalam pagar (TPA) itu, tapi ini kenapa dibuang di jalan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Iskandar menyebut, tumpukan sampah itu tak terurus lantaran eskafator yang ada di TPA Seboro rusak.

“Ya itu (terjadi) sejak eskavator rusak sekitar tiga mingguan. Karena eskavatornya rusak jadi tidak bisa mengimbal (memindahkan) sampah ke tengah (TPA),” ujarnya.

Ia mengklaim, pihaknya terkendala dana untuk memperbaiki eskavator yang rusak. Namun, ia berjanji akan tetap melayani masyarakat untuk mengangkut sampah-sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Untuk pelayanan terhadap masyarakat kami tetap akan lakukan sebaik mungkin. Untuk (perbaikan) eskavator ini kami masih terkendala di dana,” pungkas dia. (*)

 

Editor : Efendi Muhammad
Publisher : Zainul Hasan R

 

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim

4 April 2025 - 21:06 WIB

Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru

4 April 2025 - 20:50 WIB

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Ada Tradisi Petolekoran, Patroli Laut Utara Probolinggo Diperketat

27 Maret 2025 - 20:10 WIB

Pembangunan Kampus Unej di Lumajang Dilanjutkan, Bahkan Ditargetkan Selesai 2026

27 Maret 2025 - 18:39 WIB

Sambut Lebaran 2025, Polisi di Probolinggo Dirikan Enam Pos Pelayanan

26 Maret 2025 - 18:12 WIB

Trending di Lingkungan