Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Pemerintahan · 28 Agu 2022 16:45 WIB

Destana di Kabupaten Probolinggo Bertambah Jadi 53


					Destana di Kabupaten Probolinggo Bertambah Jadi 53 Perbesar

Probolinggo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo kembali membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Total, dalam tahun ini sudah ada tiga destana baru.

Terbaru, BPBD mengukuhkan Desa Karanganyar, Kecamatan Bantaran sebagai Destana. Sebelumnya, sudah ada Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan dan Desa Tambelang, Kecamatan Krucil.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Probolinggo Zaenal Ansori mengatakan, dengan adanya tambahan Destana tersebut, total hingga kini sudah ada 53 desa/kelurahan yang menjadi destana.

“Dari tahun lalu ada 50 Destana, tahun ini ada tambahan tiga,” katanya, Minggu (28/8/2022).

Ia menjelaskan, komposisi Destana memiliki 30 peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan karang taruna yang siap menjadi relawan. Sebab, peran dari berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan demi menjadikan desa menjadi Destana.

“Peran relawan Destana ini mempermudah komunikasi jika terjadi bencana. Sehingga, bisa bergerak lebih cepatl kalau ada bencana,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, adanya destana bertujuan agar desa memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan mampu menghadapi potensi ancaman bencana yang ada di daerahnya. Sehingga, kemungkinan terjadinya bencana dapat dimimalisasi.

“Apabila ada suatu bencana, relawan desa ini yang akan bergerak lebih awal membantu menangani bencana. Dan di Desa Karanganyar yang baru dibentuk ini kan potensi yang ada adalah bencana longsor, banjir bandang dan angin puting beliung. Dengan menjadi destana, maka potensinya kami yakin dapat diminimalisir,” ujarnya.

Ia pun berharap, para relawan destana ini dapat paham akan potensi bencana sehingga mereka bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi setiap bencana yang akan terjadi.

“Bencana ini kan tidak dapat diprediksi. Kalau sudha ada relawan bencana, penangannya lebih mudah, karena mereka paham penanganannya,” katanya.(*) 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan