Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Peristiwa · 7 Sep 2022 20:19 WIB

Mahasiswa Lumajang Turun Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM


					Mahasiswa Lumajang Turun Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM Perbesar

Lumajang,- Ratusan mahasiswa di Kabupaten Lumajang menerobos blokade aparat kepolisian saat berunjuk rasa di Kantor DPRD Lumajang, Rabu (7/9/22). Demo ini sebagai buntut sikap mahasiswa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pantauan PANTURA7.com, mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) setibanya di gedung dewan, meminta bertemu dengan pimpinan DPRD Lumajang.

Para pendemo mendesak para wakil rakyat melakukan diskusi terbuka dengan massa. Namun yang hadir hanya tiga orang, yakni Ketua DPRD Kabupaten Lumajang Anang Ahmad Syaifudin, Wakil Ketua Bukasan dan Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Dermawan.

Dalam kesempatan itu, massa menyampaikan 4 tuntutan. Pertama, menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dan kedua menuntut pemerintah memberantas penyalahgunaan penerima manfaat BBM bersubsidi.

Tuntutan ketiga, mnuntut pemerintah bekerja optimal dengan mengedepankan kepentingan rakyat dan membuka ruang partisipasi terutama masalah energi, terakhir menjamin keberpihakan DPRD Kabupaten Lumajang dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Jika yang terjadi adalah penyaluran subsidi BBM yang tidak tepat sasaran, maka pemerintah seharusnya mengambil langkah taktis untuk memberantas penyalahgunaan penerima manfaat BBM bersubsidi, bukannya malah menaikkan harga BBM dengan mengorbankan masyarakat,” kata korlap aksi, Bahrul Ulum.

Sementara Wakil Ketua DPRD kabupaten Lumajang, Bukasan berjanji, aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa akan ia sampaikan ke pemerintah pusat.

“Dengan adanya kenaikan BBM ini pasti ada gejolak, mudah mudahan gejolak ini jangan sampai menjadi suasana yang tidak kondusif,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap, agar pemerintah pusat bisa mendengar anspirasi dari mahasiswa yang menyuarakan suara rakyat. “Aspirasinya akan kami sampaikan ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan aspirasi ini bisa dipertimbangkan,” tuturnya.

Tidak hanya itu, imbuhnya,bpenyaluran bansos sebagai imbas dari kenaikan BBM, harus dikawal bersama agar potensi penyimpangan bisa diredam.

“Mudah-mudahan di Kabupaten Lumajang tidak terjadi apa-apa, semua aksi demonstrasi akan diterima di ruangan ini, biar ada rasa memiliki bahwa ini adalah ruangan rakyat juga kawan-kawan mahasiswa juga,” pungkasnya. (*)

Penulis: Asmadi
Editor: Efendi Muhamad
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa