Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga

Lingkungan · 22 Sep 2022 16:32 WIB

Tujuh Kecamatan di Lumajang Mulai Krisis Air Bersih 


					Tujuh Kecamatan di Lumajang Mulai Krisis Air Bersih  Perbesar

Lumajang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, menetapkan status siaga darurat kekeringan dan krisis air bersih hingga waktu yang tidak ditentukan.

Langkah itu dilakukan mengingat cuaca yang fluktuatif di Kabupaten Lumajang membuat sejumlah wilayah terancam mengalami kekeringan.

Akhir-akhir ini, cuaca di lumajang sedang mengalami musim kemarau. Wargapun akan mengalami kesulitan air bersih. Sebaliknya, apabila musim hujan turun, air tersedia cukup melimpah.

Per hari ini, Kamis (22/9/22), data yang berhasil dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, setidaknya ada sebanyak 48 titik lokasi yang mengalami krisis air bersih.

Puluhan titik itu tersebar di 18 Desa dan 7 Kecamatan. Namun, jumlah ini kemungkinan masih bisa bertambah, sebab banyak desa dengan tingkat kerawanan yang sama namun belum melapor.

Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik (PKL) BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, beberapa kecamatan yang rawan mengalami kekeringan meliputi Kecamatan Kedungjajang, Ranuyoso, Klakah, Randuagung, Gucialit, Padang, dan Lumajang Kota.

Menurutnya, saat ini di kawasan tersebut telah dilakukan assesmen meliputi pengecekan sumber air dan debit air. Hasilnya, debit airnya memang mengalami penurunan dari sebelumnya.

“Asesmen dan validasi data menjadi dasar kami kawasan mana saja yang terdampak. Kami sudah menyiapkan proses dropping-nya. Karena dari personel maupun armada sudah siap, bahkan semua tangki armada juga sudah kami bersihkan,” kata Wawan.

Saat ini, lanjut Wawan, masih belum.ada masalah yang serius terhadap pasokan air bersih. Hanya saja ada sebagian besar daerah yang debit airnya mengalami banyak pengurangan.

“Jadi di kawasan itu (krisis air bersih) sebenarnya masih terdapat air, hanya saja debitnya sedikit dan terbatas,” tuturnya.

Wawan menambahkan, hingga saat ini dropping air bersih terus dilakukan. Bahkan, sudah disiapkan 4 kendaraan khusus untuk menyalurkan air bersih kesejumlah desa yang mengalami kekeringan.

“Empat unit mobil kami siapkan untuk dropping, masing-masing bisa menampung 500 liter air bersih,” pungkas dia. (*)

 

Publisher: Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Ada Tradisi Petolekoran, Patroli Laut Utara Probolinggo Diperketat

27 Maret 2025 - 20:10 WIB

Pembangunan Kampus Unej di Lumajang Dilanjutkan, Bahkan Ditargetkan Selesai 2026

27 Maret 2025 - 18:39 WIB

Sambut Lebaran 2025, Polisi di Probolinggo Dirikan Enam Pos Pelayanan

26 Maret 2025 - 18:12 WIB

Reservoir Diresmikan, 600 Rumah di Lumajang Dipasok Air Bersih

25 Maret 2025 - 18:16 WIB

Cegah Kecelakaan, Dua Pos Perlintasan KA di Kota Probolinggo Diresmikan

25 Maret 2025 - 16:08 WIB

Trending di Lingkungan