Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Pendidikan · 30 Sep 2022 16:50 WIB

Diduga Dirundung Kakak Kelas, Sejumlah Orangtua Datangi SKMN 4


					Diduga Dirundung Kakak Kelas, Sejumlah Orangtua Datangi SKMN 4 Perbesar

Probolinggo – Sejumlah orangtua siswa, Jum’at pagi (30/9/2022) meluruk SMKN 4 Kota Probolinggo. Mereka ingin mengklarifikasi terkait dugaan perundungan yang dilakukan kakak kelas, kepada sejumlah adik kelas hingga mengakibatkan lebam.

Klarifikasi sejumlah orangtua siswa ini digelar di salah satu ruangan di SMKN 4 dan tertutup bagi awakmedia yang datang. Dalam klarifikasi tersebut, selain sejumlah orangtua siswa dan guru, juga dihadiri Polsek Kademangan.

Usai klarifikasi, salah satu orangtua siswa, Heri, mengatakan, dugaan perundungan ini bemula saat adanya pemeriksaan kuku kepada anaknya yang dilakukan kakak kelas. Namun saat pemeriksaan tersebut diduga, kakak kelas menginjak tangan siswa hingga yang bersangkutan kesakitan.

“Karena diinjak itulah, anak saya melawan dan terjadilah perundungan. Baru diketahui saat anak minta pijat karena ada benjolan di kepala. Tak hanya anak saya, total ada 15 anak yang mendapat perundungan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salah satu bibi korban yang juga datang ke sekolah, Nita. Kedatangannya untuk mendampingi orangtua keponakannya yang menjadi korban dugaan perundungan yang dilakukan kakak kelas keponakannya.

“Informasi yang saya dengar, kejadian yang dialami keponakan saya ini terjadi dua hari yang lalu, yang mana keponakan saya ini mengalami luka memar di kepala. Setelah ditanya, keponakan saya mengaku, telah mendapat perundungan dari kakak kelasnya,” ujarnya.

Setelah klarifikasi, kedua belah pihak baik pihak orangtua siswa maupun pihak sekolah sepakat kejadian tersebut tidak diulang kembali. Pihak kakak kelas yang melakukan aksi tersebut, yang juga ikut dalam klarifikasi juga sudah mengaku bersalah.

Waka Kesiswaan SKMN 4, Sawal Sugiharso mengatakan, dalam pertemuan kedua belah pihak sepakat untuk damai dan secara tertulis, dan diikuti salah satu guru bernama Pak Hikam, mengundurkan diri dari bagian kesiswaan.

“Dalam pertemuan tadi juga diperagakan awal mula kejadian yang mengakibatkan sejumlah siswa mengalami luka memar di kepala. Setelah damai ini, untuk selanjutnya, sanksi yang diberikan kepada kakak kelas menunggu dari pihak kepala sekolah,” ujarnya.(*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris

4 April 2025 - 10:40 WIB

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai di Jember, Per Porsi Rp8 Ribu

18 Maret 2025 - 01:04 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Rakyat, Bupati Mulai Survei Sekolah dan Lahan

17 Maret 2025 - 12:05 WIB

Sebanyak 3.561 Pelajar Lumajang Putus Sekolah

11 Maret 2025 - 15:22 WIB

Pemkot Probolinggo Bakal Bangun SMPN 11, Siapkan Lahan di 3 Lokasi

6 Maret 2025 - 17:38 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Wabup Pasuruan Buka Segel, Siswa SDN Jeladri 1 Akhirnya Bisa Belajar di Sekolah

26 Februari 2025 - 15:53 WIB

Trending di Pendidikan