Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Berita Pantura · 3 Okt 2022 14:30 WIB

Pelajar SMP di Lumajang Salat Ghaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan


					Pelajar SMP di Lumajang Salat Ghaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan Perbesar

Lumajang,- Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan usai pertandingan Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam, memantik keprihatinan berbagai pihak di tanah air.

Selain memberikan dukungan dalam bentuk fisik dan material, tidak sedikit yang memberikan dukungan moral. Seperti dilakukan SMP Negeri 4 Kabupaten Lumajang, dengan cara menggelar doa dan salat ghaib berjamaah.

Salat gaib merupakan salat sunnah yang dilakukan untuk mendoakan jenazah. Namun jenazah berada ditempat yang tidak bisa dijangkau, tidak seperti salat jenazah yang jenazahnya berada dihadapan orang yang mensalatkan.

Salat ghaib dilaksanakan di musholla SMP Negeri 4, Senin (3/10/22) pagi. Usai salat ghaib, sekolah juga memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga sportifitas dan profesionalitas sebagai suporter sepak bola.

Kepala SMP Negeri 4 Kabupaten Lumajang, Mamik Setyawati mengatakan, setelah mendapat kabar tentang insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, pihaknya berinisiatif dengan para guru yang lain untuk melaksanakan salat ghaib.

“Selain untuk mendoakan para korban, juga dilakukan untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya mengendalikan diri saat menjadi suporter sepak bola, baik soal ketertiban maupun menyiapkan segala peralatan keselamatan,” kata Mamik.

“Kami bersama para guru dan siswa SMPN 4 Lumajang mendoakan para korban yang ada di stadion Kanjuruhan, semoga husnul khotimah, diampuni segala khilafnya,” harapnya.

Hingga saat ini, Tragedi Kanjuruhan tercatat telah menewaskan 125 orang dan 309 korban lainnya mengalami luka-luka. Mayoritas korban luka masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Malang. (*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura