Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Ekonomi · 6 Okt 2022 16:47 WIB

Bantu Dongkrak Dana Cukai, Petani Tembakau Masih Kesulitan Pupuk Subsidi


					Bantu Dongkrak Dana Cukai, Petani Tembakau Masih Kesulitan Pupuk Subsidi Perbesar

Lumajang – Tembakau Rajangan kasturi dan Tembakau White Buley Lumajang berhasil menjalin kemitraan dengan dua perusahaan besar di Indonesia.

Bahkan sampai saat ini, tembakau dari Kabupaten Lumajang masih memiliki akses penjualan yang baik, setidaknya dengan dua perusahaan besar, yakni PT. Indonesia Dwi Sembilan (IDS) dan PT. Alliance One Indonesia (AOI).

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesi (APTI) Kabupaten Lumajang, Dwi Wahyono saat ditemui di kantornya di Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Kamis (6/9/22).

Bahkan dari dua perusahaan ini, hanya PT. Indonesia Dwi Sembilan yang masih menyesuaikan jadwal pembeliannya. Sedangkan satu perusahaan lain, sudah siap melakukan pembelian secara berkala.

“Saat ini harga rata-rata di tiap petani tidak sama, tergantung kualitasnya. Jika cuacanya pas ngerajang panas, bisa rata-rata harganya Rp46 ribuan. Apa ila mendung, harga tembakau akan turun harganya, bisa Rp 37 ribuan per kilogram,” kata Wahyono.

Meski harga jual tembakau rajang cukup baik, namun menurut Wahyono, para petani berharap agar stok dan harga pupuk bersubsidi ZA dapat dievaluasi oleh pemerintah.

Sebab, petani tembakau yang selama ini berkontribusi bagi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) sangat membutuhkan pupuk ZA subsidi.

“Kalau ZA non subsidi ada, tetapi mahal harganya, sehingga bisa mengurangi keuntungan petani,” Wahyono menegaskan.

Wahyono menambahkan, DBHCHT yang masuk ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lumajang, yang kemudian disalurkan kepada petani berupa pertanian Alat Mesin Pertanian (Alsintan), alat pasca panen dan progam peningkatan kualitas bahan baku bantuan pupuk.

“Cuman bantuan-bantuan itu kan tidak bisa mengcover 100% petani tembakau,” curhat dia.

Sekedar diketahui, wilayah selatan Lumajang, khususnya Kecamatan Tempeh dinekal memiliki potensi pertanian tembakau yang cukup bagus. Kawasan ini merupakan salah satu penghasil tembakau terbaik di Kabupaten Lumajang. (Adv).

 

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

3 April 2025 - 12:47 WIB

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Sambat Bunda, Layanan Tepat untuk Warga Lumajang

29 Maret 2025 - 05:26 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Lumajang Minta Pertanggungjawaban TNBTS Soal Temuan Ladang Ganja

20 Maret 2025 - 17:16 WIB

Trending di Advertorial