Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Sosial · 6 Okt 2022 08:00 WIB

Beri Dukungan Moral, Sarbumusi Probolinggo Datangi Korban ‘Human Trafficking’


					Beri Dukungan Moral, Sarbumusi Probolinggo Datangi Korban ‘Human Trafficking’ Perbesar

Pakuniran,- Kabar kepulangan Asriyatun (41) warga Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, ke kampung halamannya menyebar cukup cepat.

Kisah buruh tani yang diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) di negeri jiran Malaysia itu pun, mengundang empati dari sejumlah pihak.

Rabu (5/10/22) malam, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Probolinggo, mendatangi rumah Asriyatun di Dusun Nyato, desa setempat.

Kedatangan rombongan dari salah satu badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama’ (NU) tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan moral sekaligus edukasi soal ketenagakerjaan.

“Barusan yang datang sebelum maghrib, sekitar setenagh jam yang lalu. Termasuk dari Dinsos (Dinas Sosial, red) Tanjungpinang dan IOM (International Organisation of Miration, red) juga ikut ke sini,” kata Peni Aripin, tetangga sekaligus Sekretaris Desa setempat.

Saat ditemui, Asriyatun masih belum banyak bercerita. Namun ia mengaku sudah cukup senang bisa berkumpul lagi bersama keluarganya setelah hampir 4 tahun berada di perantauan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah banyak membantunya untuk kembali ke tanah air. Termasuk kepada DPC Sarbumusi Kabupaten Probolinggo, yang peduli dengan nasib yang menimpanya.

“Terima kasih sudah datang kesini, Alhamdulillah saya sekarang sudah di rumah. Sudah dari 2019 saya yang ke Malaysia,” ujar wanita dengan 1 anak ini.

Sementara itu, Ketua DPC Sarbumusi Kabupaten Probolinggo, Babul Arifandie mengatakan, kasus yang menimpa Asriyatun selama bekerja menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) harus menjadi perhatian bersama.

Pengalaman hidup Asriyatun selama menjadi TKW menyayat hati semua orang. Niat hati ingin memperbaiki keadaan ekonomi keluarga, justru ia mengalami kekerasan fisik, bahkan tidak mendapatkan upah yang menjadi haknya.

“Atas nama kemanusiaan, kami hadir untuk memberikan support moral,” kata Babul.

Ia berharap, kejadian serupa tidak terulang dikemudian hari. Ia juga mengimbau agar para calon pekerja yang berkeinginan menjadi TKW atau TKI, berangkat ke luar negeri lewat jalur resmi.

“Semoga tidak terulang lagi bagi siapa dan warga manapun di negeri ini. Untuk Bu Asriyatun, psikisnya masih perlu pendampingan khusus, agar traumanya segera hilang,” tutupnya. (*)

 

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Zainullah FT

 

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember

5 April 2025 - 10:48 WIB

Selisih Sehari dengan Pemerintah, Jamaah Aboge di Leces Shalat Idul Fitri Hari Ini

1 April 2025 - 10:23 WIB

Warga Winongan Rayakan Lebaran di Tengah Sisa Genangan Banjir

31 Maret 2025 - 16:37 WIB

Kado Lebaran, 507 Warga Binaan Lapas Kelas II Probolinggo Dapat Remisi

31 Maret 2025 - 15:23 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Akan Gelar Open House, Warga Boleh Datang, Dilarang Bawa Oleh-oleh

30 Maret 2025 - 16:18 WIB

Waspada Bencana saat Libur Lebaran, BPBD Pasuruan Siaga Penuh 24 Jam

29 Maret 2025 - 18:18 WIB

Polres Pasuruan Sediakan Layanan Titip Kendaraan bagi Pemudik

29 Maret 2025 - 17:06 WIB

Program Berkah Nusantara PLN Nusantara Power UP Paiton Bagikan Seribu Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim

29 Maret 2025 - 12:53 WIB

Waspada Microsleep saat Mudik, Ini Tips Pencegahannya

29 Maret 2025 - 11:12 WIB

Trending di Sosial