Menu

Mode Gelap
Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

Politik Dan Pemerintahan · 27 Okt 2022 18:52 WIB

Rekor, Belum Setahun DPRD PAW Empat Anggota


					Rekor, Belum Setahun DPRD PAW Empat Anggota Perbesar

Kraksaan – Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo periode 2019-2024 terbilang cukup banyak. Hingga saat ini, tercatat sudah ada lima anggota DPRD yang di-PAW.

Wakil ketua DPRD setempat, Jon Junaidi mengatakan, kelima anggota DPRD yang di-PAW tersebut berasal dari empat parpol yang berbeda, dua anggota berasal dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sisanya berasal dari tiga partai yang berbeda, yakni Nasdem, Golkar, dan Gerindra.

“Bisa dibilang PAW untuk periode ini yang terbanyak, periode 2014-2019 hanya ada satu orang yang di-PAW, kebetulan dari fraksi saya sendiri,” kata politisi Partai Gerindra tersebut, Kamis (27/10/2022).

Sedangkan pada periode 2009-2014 meski ada yang di-PAW, jumlahnya juga tidak sebanyak periode kali ini, begitupun dengan periode 2004-2009.

“Kalau sebelum 2014, saya masih belum jadi dewan. Cuma saya ingat ada politisi PPP yang di-PAW karena meninggal,” paparnya.

Lebih lanjut Jon menjelaskan, penyebab PAW itu terjadi karena berbagai macam faktor. Pertama karena kasus pidana yang menjerat Abdul Kadir politisi Partai Gerindra dari Dapil II (Kraksaan, Besuk, dan Gading). Ia terjerat kasus pemalsuan ijazah sehingga digantikan oleh Syamsul Arifin pada 30 Juli 2020 lalu.

Kedua PAW Eni Kusrini dari PKB yang dipecat partai karena dianggap tidak loyal kepada parpol, politisi dari dapil V (Banyuanyar, Leces, dan Tegalsiwalan) resmi digantikan Usman Muhtadi pada 6 Juli lalu.

Ketiga PAW Aksan Qosi dari Partai Nasdem, politisi dari Dapil VI (Sukapura, Kuripan, Wonomerto, Sumber, dan Bantaran) itu meninggal dunia. Pada 2 Agustus lalu, posisinya digantikan Nahrowi.

Keempat PAW dari Ahsan yang terjerat kasus korupsi. Politisi PKB dari dapil VII (Lumbang, Sumberasih, dan Tongas) kemudian diganti Bunyamin pada 21 September lalu.

Kelima, PAW almarhum Salehuddin, posisi politisi Golkar dari Dapil II tersebut kemudian digantikan Musrifatun pada Kamis (27/10/2022).

“Tahun ini saja sampai saat ini sudah ada empat PAW,” katanya.

Meski sudah banyak melakukan PAW, ia memastikan DPRD setempat kembali akan melakukan PAW. Sebab, salah seorang anggota fraksi dari Partai Nasdem dari dapil V yakni Wijayanti Kusuma Dewi meninggal dunia pada 19 Oktober lalu.

“Ini dari partai yang bersangkutan masih memproses PAW-nya,” ujarnya. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Waspadai Politik Identitas dalam Pilkada 2024, Polres Lumajang Siagakan 3.950 Personel Keamanan

19 Agustus 2024 - 18:03 WIB

Dapat Arahan dari Presiden, Begini Respon Pj Bupati Probolinggo

31 Oktober 2023 - 16:34 WIB

Loncat Partai, Dua Legislator Hanura Lumajang Diganti 

30 Oktober 2023 - 19:51 WIB

PAW DPRD Kabupaten Probolinggo, Mahrus Bakal Gantikan Mukhali

18 Oktober 2023 - 17:27 WIB

Pj Bupati Probolinggo: Belum Ada Laporan ASN Bermedsos Politik

11 Oktober 2023 - 17:10 WIB

Heboh! Baliho Ketua Gerindra Lumajang Bersanding dengan Ganjar Pranowo Bertebaran

4 Oktober 2023 - 19:01 WIB

ASN Dilarang Sukai, Komentar, dan Bagikan Akun Medsos Pemenangan Pemilu

3 Oktober 2023 - 17:54 WIB

Lagi, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Pindah Parpol

3 Oktober 2023 - 17:50 WIB

Reog Ponorogo Sosialisasikan Pemilu 2024 di Lumajang

29 September 2023 - 19:02 WIB

Trending di Politik Dan Pemerintahan