Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Lingkungan · 28 Okt 2022 07:57 WIB

Waspada! Aktifitas Gunung Semeru Meningkat, Alami 619 Letusan


					WASPADA: Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas selama sepekan terakhir, warga diminta waspada. (foto: dokumentasi) Perbesar

WASPADA: Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas selama sepekan terakhir, warga diminta waspada. (foto: dokumentasi)

Lumajang,- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Semeru di Lumajang merekam adanya peningkatan aktivitas Gunung Semeru selama sepekan terakhir.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu secara visual dan instrumental, terdeteksi alami gempa letusan dan gempa hembusan. Selama periode 17–23 Oktober 2022, terjadi 619 kali letusan.

Bahkan, saat malam hari, dari Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, yang berjarak tak sampai 5 kilometer, terpantau jelas saat Gunung Semeru memuntahkan lava pijar.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Patria Dwi Hastiadi mengatakan, Gunung Semeru memang memiliki karakteristik fluktuatif. Artinya, sewaktu-waktu aktivitas vulkanik Gunung Semeru bisa turun atau meningkat.

“Kalau kondisi cuaca cerah, kecil maupun besar lava pijar bisa terlihat jelas. Hanya saja, saat kondisi ekstrem seperti ini yang musti diwaspadai saat hujan deras, atau kadang-kadang kabut. Makanya, imbauan sekecil apapun mohon masyarakat memperhatikan,” kata Patria, Kamis (27/10/22).

Menurutnya, dari hasil pengamatan selama ini, telah menunjukkan bahwa ada indikasi suplai lava ke Gunung Semeru lumayan signifikan.

Material itu bisa kapan saja dimuntahkan ke Puncak Jonggring Saloko. Endapan lava ini bisa turun ke lereng jika terkena interaksi hujan deras. Oleh karena itu, PVMBG masih menetapkan status Gunung Semeru siaga level IIl.

“Dalam status siaga Level III masyarakat mohon tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi),” pintanya.

Di luar jarak 13 kilometer, tambahnya, masyarakat sebaiknya tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotens terdampak awan panas.

“Meski kondisi Gunung Semeru fluktuatif, tetapi sejauh ini masih terbilang aman,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Efendi Muhammad

Publisher: Zainul Hasan R

 

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim

4 April 2025 - 21:06 WIB

Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru

4 April 2025 - 20:50 WIB

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Ada Tradisi Petolekoran, Patroli Laut Utara Probolinggo Diperketat

27 Maret 2025 - 20:10 WIB

Pembangunan Kampus Unej di Lumajang Dilanjutkan, Bahkan Ditargetkan Selesai 2026

27 Maret 2025 - 18:39 WIB

Sambut Lebaran 2025, Polisi di Probolinggo Dirikan Enam Pos Pelayanan

26 Maret 2025 - 18:12 WIB

Trending di Lingkungan