Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Peristiwa · 4 Nov 2022 17:00 WIB

Jalur Lumajang – Malang Putus Akibat Longsor, ini Jalur Alternatifnya


					LONGSOR: Kondisi jalur piket nol Lumajang pasca terjadi tanah longsor. (foto: Asmadi) Perbesar

LONGSOR: Kondisi jalur piket nol Lumajang pasca terjadi tanah longsor. (foto: Asmadi)

Lumajang,- Jalan nasional di kilometer 59 Piket Nol, tepatnya di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang ditutup total setelah badan jalan nyaris seluruhnya ambles.

Arus lalu lintas dari Kabupaten Lumajang menuju Malang terpaksa dialihkan ke jalur alternatif melalui jalan desa dan jalan tambang. Sebab hingga kini, jalur di piket nol masih dalam proses normalisasi.

Pantauan PANTURA7.com, tak sedikit pengguna roda dua dan empat putar balik akibat akses tidak bisa dilalui. Meski sudah diinformasikan, namun banyak pengguna jalan yang tetap ingin melintas sebelum akhirnya dihalau petugas.

Salah satu pengendara roda dua, Rahman mengatakan, para pengendara roda dua maupun roda empat diarahkan untuk melewati jalur alternatif yang berada di area Sungai Curah Kobokan.

“Saya tadi di cegat didepan sana. Saya mau ke Malang tapi nggak bisa katanya. Akhirnya saya terpaksa mutar lewat jalur alternatif di Sungai Curah Kobokan,” kata Rahman, Jumat (4/11/2022).

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Candipuro, Abdul Aziz menyebut, petugas gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP dan relawan, berjaga-jaga di jalur piket untuk memastikan tidak ada pengguna kendaraan yang nekad melintas.

“Tadi juga ikut menjaga, dan kami pun menyuruh baik kendaraan roda dua dan empat untuk putar balik melewati jalur Sungai Curah Kobokan,” jelasnya.

Selain larangan melintas, pihaknya juga mewanti-wanti pengguna jalan agar tetap waspada saat di aliran lahar Gunung Semeru. Terutama saat hujan mengguyur kawasan Gunung Semeru.

“Kami selelu menghimbau kepada semua masyarakat yang melintas, agar selalu waspada dalam melakukan perjalanan di sekitar area laharan Gunung Semeru,” pungkasnya. (*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa