Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Pemerintahan · 18 Nov 2022 13:38 WIB

Antisipasi Gunung Semeru Kembali Erupsi, Pemkab Lumajang Pasang 27 CCTV


					Antisipasi Gunung Semeru Kembali Erupsi, Pemkab Lumajang Pasang 27 CCTV Perbesar

Lumajang,- Akhir-akhir ini Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, sering mengalami letusan dan guguran lava. Bahkan, jumlah letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu rata-rata hingga 20 kali setiap harinya.

Menurut Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, status Gunung Semeru hingga hari ini masih bertahan di level lll siaga. Bupati menyebut, antisipasi kebencanaan Gunung Api Semeru kini lebih siap.

Untuk antisipasinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menurut Thoriq, telah memansang 27 CCTV di beberapa titik vital kebencanaan.

“Selain itu, ada frekuensi radio lintas desa yang sudah terkoneksi dengan baik,” kata Thoriq, Jumat (18/11/2022).

Dengan perangkat yang sudah terpasang, klaim Thoriq, komunikasi bisa dilakukan dengan cepat. Apabila ada peringatan Kebencanaan, bisa langsung sampai kepada masyarakat.

“Early warning system (EWS) kita untuk kebencanaan di sekitar Semeru sudah baik, ada CCTV di 27 titik, ada frekuensi radio, melalui handy talkie yang antar desa sudah memiliki itu, jadi langkah antisipasinya bisa lebih cepat,” paparnya.

Menurutnya, adanya EWS ini tentu membuat masyarakat bisa dengan mudah memantau langsung perkembangan aktivitas Gunung Semeru. Misalnya, bila terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi, masyarakat bisa mengetahui amplitudo maksimal (amak) getaran di gunung.

“Dengan begitu masyarakat bisa bisa lebih waspada lagi untuk mewanti-wanti segala kemungkinan yang akan terjadi,” Thoriq menambahkan.

Bahkan, terang Thoriq, masyarakat juga bisa melihat jarak luncur lava pijar yang bisa dipantau 24 jam melalui kamera CCTV BPBD Lumajang dan Pos Pantau Gunung Sawur.

Sehingga apabila terjadi lahar dingin, para penambang pasir yang berada di aliran lahar Gunung Semeru mengetahui dan bisa sesegera mungkin menepi dari aliran berbahaya.

“Jika ada lahar dingin di Supit Urang misalnya, maka bisa langsung kita informasi kepada teman-teman penambang yang ada di Jugosari maupun aliran di bawahnya untuk segera menepi. Jadi dibandingkan tahun lalu, langkah antisipasi kita saat ini lebih siap,” pungkasnya. (*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan