Menu

Mode Gelap
Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

Hukum & Kriminal · 23 Nov 2022 16:49 WIB

Tak Pernah Lekang, PSK Bertarif Rp100 Ribu Berkeliaran di Semampir Kraksaan


					Tak Pernah Lekang, PSK Bertarif Rp100 Ribu Berkeliaran di Semampir Kraksaan Perbesar

Kraksaan,- Praktik prostitusi terselubung di wilayah Kecamatan Kraksaan, tak pernah lekang oleh waktu. Bisnis esek-esek di ibukota Kabupaten Probolinggo itu, nyaris selalu ada.

Ada saja wanita yang diduga Pekerja Seks Komersial (PSK) di kawasan itu, terjaring aparat yang sedang melakukan patroli ataupun razia.

Terbaru, Sat Samapta Polres Probolinggo menciduk 4 orang wanita diduga sebagai PSK di warung remang-remang di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Selasa (22/11/22) malam.

Kasat Samapta Polres Probolingho Iptu Siswandi mengatakan, mulanya pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang keberadaan warung kopi jadi tempat prostisusi terselubung.

“Kami kemudian razia ke warung kopi yang dicurrigai terdapat PSK mangkal itu,” kata Siswandi, Rabu (23/11/22).

Dugaan itu ternyata benar. Dalam penggerebekan itu petugas lantas menciduk 4 orang wanita. Mereka adalah SL (32, Desa Kertosuko Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Kemudian HL (39) warga Desa Krobungan, Kecamatan Krucil; dan IT (41) warga Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan serta SM (43) warga Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Sekali kencan, para wanita yang mangkal di warung pinggir sungai iini rata-rata melayani 4 hingga 6 pria hidung belang dengan tarif Rp100 hingga Rp200 ribu.

“Keempat orang wanita ini kemudian kami bawa ke Polres Probolinggo untuk penyelidikan lebihlanjut,” ujar Siswandi.

Warga Kelurahan Semampir, Rizki Rahmatullah (22) mengakui jika masyarakat sekitar resah dengan keberadaan prostitusi terselubung itu. Selain mencoreng nama baik kelurahan, juga rawan penyebaran penyakit kelamin menular.

“Ya seperti itu sudah, remang-remang pencahayaannya, tidak terlalu terang. Mmang mencurigakan, banyak baoak-bapak yang datang ke situ itu,” pungkasnya.(*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 309 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember

5 April 2025 - 10:48 WIB

Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

4 April 2025 - 13:57 WIB

Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku

3 April 2025 - 16:34 WIB

Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

3 April 2025 - 12:53 WIB

Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang

2 April 2025 - 15:41 WIB

Selisih Sehari dengan Pemerintah, Jamaah Aboge di Leces Shalat Idul Fitri Hari Ini

1 April 2025 - 10:23 WIB

Warga Winongan Rayakan Lebaran di Tengah Sisa Genangan Banjir

31 Maret 2025 - 16:37 WIB

Kado Lebaran, 507 Warga Binaan Lapas Kelas II Probolinggo Dapat Remisi

31 Maret 2025 - 15:23 WIB

Polres Pasuruan Kota Gerebek Penjual Miras di Panggungrejo

30 Maret 2025 - 19:43 WIB

Trending di Hukum & Kriminal