Menu

Mode Gelap
Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1)

Berita Pantura · 5 Des 2022 06:42 WIB

Sesak Napas, 2 Korban Erupsi Gunung Semeru Dilarikan ke RS 


					Sesak Napas, 2 Korban Erupsi Gunung Semeru Dilarikan ke RS  Perbesar

Lumajang,- Dua korban erupsi Gunung Semeru asal Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang dilarikan ke RSUD dr. Haryoto Lumajang, Minggu (4/12/2022) tengah malam.

Dua korban tersebut adalah Sukaryati (52) asal Dusun Kemamang, Desa Penanggal dan Arianti (15 bulan), balita asal Dusun Wonosari, Desa Penanggal.

Informasi dari petugas loket Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Haryoto, dua pasien tersebut dilarikan ke ruang IGD lantaran ada keluhan sesak napas setelah lama menghirup abu vulkanik Gunung Semeru.

Saat dikonfirmasi, Roni, ayah Ariyanti membemarkan, sebelum erupsi Gunung Semeru, bayinya sudah mengalami demam tinggi.

Karena abu vulkanik Gunung Semeru semakin besar, akhirnya ia dan istrinya membawa lari sang buah hati setelah erupsi sekitar pukul 12.00 WIB.

“Tadi sempat dikejar APG (Awan Panas Guguran, red), saya bawa lari, karena takut saya bawa ke sini,” terang Roni.

Selain itu, kata Roni, pasien lain yang merupakan tetangganya, mengalami penyakit stroke sehingga saat erupsi terjadi ia tidak bisa ke mana-mana dan hanya terbaring di tempat tidurnya. Beruntung, Sukaryati bisa dievakuasi oleh keluarga dan dilarikan ke rumah sakit.

Terpisah, pihak dokter IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang belum bisa memastikan penyebab keduanya dibawa ke RSUD karena terdampak erupsi atau tidak.

Sebab, kondisi balita sudah mengalami sakit pilek dan deman sebelum adanya erupsi. Sementara, pasien dewasa hanya mengalami lemas.

“Kalau yang bayi memang sudah sakit sebelumnya jadi bukan karena terkena asap Semeru, yang pasien dewasa hanya lemas, secara objektif hasil pemeriksaan tidak ada sesak napas diderita,” kata dokter jaga IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang, dr. Aulia Rahmi.

“Hasil pemeriksaan belum bisa kami simpulkan, sementara masih running, kami sedang menunggu hasil rongsen dari kedua pasien,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura