Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Pemerintahan · 24 Jan 2023 20:19 WIB

Kurangi Resiko Bencana, Migitasi di Lumajang Sasar Kelompok Disabilitas


					SOSIALISASI: Suasana sosialisasi kebencanaan kepada kelompok disabilitas di Aula BPBD Lumajang. (foto: Asmadi) Perbesar

SOSIALISASI: Suasana sosialisasi kebencanaan kepada kelompok disabilitas di Aula BPBD Lumajang. (foto: Asmadi)

Lumajang,- Badan Penanggulanagn Daerah Bencana (BPBD) Kabupaten Lumajang memberikan sosialisasi dan simulasi tanggap bencana, Selasa (24/1/2023).

Mitigasi kebencanaan ini di Aula Kantor BPBD Kabupaten Lumajang ini diberikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus di Yayasan Pendidikan Luar Biasa Samala Nerugrasa Lumajang.

Kasubid Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lumajang, Amni Najmi mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan agar dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada para penyandang disabilitas saat menghadapi bencana.

“Biarpun pelaksanaan pertolongannya berbeda tapi kami ingin selalu melibatkan bapak/ibu wali murid dan guru di dalam metode-metode untuk manajemen kebencanaan. Sehingga anak-anak disabilitas tidak panik dan memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana,” kata Amni.

Selain itu, dikatakan Amni, bahwa pembelajaran penanggulangan bencana melalui jalur pendidikan, terutama kepada anak kebutuhan khusus bisa menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat sadar bencana.

“Sehingga ketika terjadi bencana siswa, guru dan masyarakat tidak lagi kebingungan dan panik karena telah memahami bagaimana cara mengurangi risiko bencana. Harapannya, pengetahuan yang didapat ditularkan pada lingkungan sekitar dalam rangka mengurangi risiko bencana,” imbuhnya.

Sementara itu, Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Lumajang Kustari Sumardi dalam paparannya menjelaskan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus perlu diberikan pemahaman, terutama saat mitigasi bencana.

Salah satu yang perlu dilakukan saat mitigasi adalah pendataan di kawasan rawan bencana terkait jumlah penyandang disabilitas.

“Ada fase-fase bencana yang perlu melibatkan para penyandang disabilitas, yakni pra-bencana, saat bencana dan pasca-bencana. Pada fase pra-becana, upaya difokuskan pada mitigasi dan kesiapsiagaan,” terang Kustari.

Untuk memudahkan pemahaman terhadap materi, Kustari menggunakan media video kebencanaan sekaligus pengenalan alat-alat yang dimiliki BPBD dalam penanganan bencana.

Alat-alat yang digunakan untuk simulasi itu diantaranya pelampung rescue, chainsaw, helm rescue, ring buoy, tandu dan alat-alat pendukung lainnya. (*)

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan