Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Politik · 24 Jan 2023 17:42 WIB

Tuduh PPS Banyak Pesanan, Warga Klampokan Lapor Bawaslu


					Rahmad Yunus (berkemeja motif ungu) sedang melapor ke Bawaslu setempat, Selasa (24/1/2023). Perbesar

Rahmad Yunus (berkemeja motif ungu) sedang melapor ke Bawaslu setempat, Selasa (24/1/2023).

Probolinggo – Rahmat Yunus mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Selasa (24/1/2023) pagi. Warga Desa Klampokan, Kecamatan Besuk tersebut mengadukan rekrutmen Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

“Saya melaporkan perekrutan PPS di Kecamatan Besuk, karena menurut saya rekrutmennya tidak fair. Tes tulis dan tes wawancara itu hanya formalitas saja,” katanya, Selasa (24/1/2023).

Ia meyakini, para PPS yang yang dilantik sudah terpilih sebelum adanya pengumuman. Hal tersebut dapat diperkuat dengan tidak adanya nilai yang dipaparkan oleh KPU ketika proses tes tulis ataupun tes wawancara selesai.

“Tidak transparan, nilainya tidak keluar, di sini sudah ada indikasi kecurangan. Bahkan saya mendengar, yang lulus ini merupakan orang-orang titipan, hanya orang-orang pesanan,” ujar pria yang sempat mendaftar PPS tersebut.

Rahmad pun berharap, pihak Bawaslu dapat segera menindaklanjuti laporannya ini. Sebab hal ini menurutnya sebagai bentuk rasa cintanya terhadap proses demokrasi Indonesia yang jujur dan adil.

“Saya minta tolong kepada Bawaslu untuk menanggapi ini dengan serius,” katanya.

Sementara itu, pihak komisioner Bawaslu masih belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut hingga berita ini ditulis. Pasalnya, komisioner Bawaslu setempat masih dalam kegiatan rapat koordinasi (rakor) di Surabaya.

“Masih rakor di ruangan,” bunyi pesan WhatsApp komisioner Bawaslu setempat, Ahmad Nasaruddin ketika dikonfirmasi.

Di sisi lain, KPU setempat masih belum mengetahui adanya laporan tersebut. Namun, KPU menganggap, tahapan rekrutmen PPS yang dilakukan, sudah sesuai dengan prosedur.

“Kami masih belum mengetahuinya, tapi yang jelas kami melakukan rekrutmen PPS ini sudah sesuai regulasi,” ujarnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

KPU Probolinggo Belum Kembalikan Silpa Hibah Pilkada Serentak 2024, Nilainya Miliaran

24 Februari 2025 - 20:10 WIB

KPU Tetapkan Amin-Ina sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo Terpilih

6 Februari 2025 - 20:56 WIB

Anggaran Pilkada Tersisa Rp 10 Miliar, KPU Kabupaten Probolinggo Janji Kembalikan

27 Januari 2025 - 16:40 WIB

Anggaran Pilkada Tersisa Rp 10 Miliar, DPRD Desak KPU Kab. Probolinggo Segera Kembalikan

27 Januari 2025 - 10:32 WIB

Rakor di Banyuwangi Diwarnai Musik DJ, KPU Kab. Probolinggo Beri Penjelasan Begini

21 Januari 2025 - 18:31 WIB

Cap Jempol Darah Tandai Dukungan PDI Perjuangan Kota Probolinggo untuk Megawati

19 Januari 2025 - 18:33 WIB

Paslon Thoriqul Haq – Lucita Izza Rafika Tak Hadiri Rapat Pleno Terbuka Penetapan Bupati Lumajang

10 Januari 2025 - 06:27 WIB

Resmi! KPU Tetapkan Gus Haris – Ra Fahmi Pasangan Bupati – Wakil Bupati Probolinggo Terpilih

9 Januari 2025 - 21:31 WIB

Sah, KPU Pasuruan Resmi Tetapkan Rusdi-Shobih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

9 Januari 2025 - 18:35 WIB

Trending di Politik