Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Pemerintahan · 17 Feb 2023 17:47 WIB

Ratusan Sapi di Kabupaten Probolinggo Masih Terpapar PMK


					Penyemprotan disinfektan di Pasar Banyuanyar beberapa waktu lalu. Perbesar

Penyemprotan disinfektan di Pasar Banyuanyar beberapa waktu lalu.

Probolinggo – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Probolinggo masih belum dapat diselesaikan. Bahkan, selama 2023 ini, sudah ada ratusan sapi yang terpapar PMK.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) pada Dinas Pertanian (Disperta) setempat, drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, pihak Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur juga menyebut saat ini gelombang II PMK masih mengancam seluruh wilayah di Jawa Timur.

“Dari pantauan kami, 2023 ini ada 139 sapi yang terpapar. Terbaru, PMK ini menyerang empat ekor sapi di daerah Kecamatan Lumbang pada 6 Februari lalu,” katanya, Jumat (17/2/2023).

Dari jumlah tersebut, tiga ekor di antaranya mengalami kematian. Oleh sebab itu, ia meminta kepada para peternak untuk terus memperhatikan kesehatan ternaknya agar terhindar dari penyakit tersebut.

“Pada 2023 ini, penyebaran terbanyak di Kecamatan Krucil dengan 40 ekor, kemudian Krejengan ada 26 ekor, dan Bantaran ada 18 ekor. Tapi ada juga kecamatan yang sejauh ini masih aman, nol kasus, seperti Besuk, Paiton, Pajarakan, Kotaanyar dan sejumlah kecamatan lainnya,” paparnya.

Niko menjelaskan, pihaknya terus melakukan vaksinasi demi terus berupaya memutus mata rantai penyebaran penyakit ini. Bahkan, dalam upaya itu, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Beberapa hari yang lalu, bekerja sama dengan BPBD kami melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Maron dan Banyuanyar, termasuk RPH (Rumah Potong Hewan, Red.) di dua kecamatan itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyemprotan disinfektan ini memang penting untuk dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran PMK. Soalnya, pasar hewan dan RPH memang menjadi tempat berkumpulnya hewan ternak.

“Insya Allah akan kami lakukan di tempat lain juga. Namun kami perlu koordinasi lebih dahulu dengan BPBD,” ucapnya.(*) 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan