Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 9 Mar 2023 18:36 WIB

Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit di Lumajang Tembus Rp100/Kg


					PEDAS: Seorang pedagang cabai rawit di Pasar Randuagung Lumajang sedang menunggu pembeli. (*) Perbesar

PEDAS: Seorang pedagang cabai rawit di Pasar Randuagung Lumajang sedang menunggu pembeli. (*)

Lumajang,- Bulan Ramadhan masih dua pekan lagi. Namun harga cabai rawit di pasaran wilayah Kabupaten Lumajang semakin pedas saja.

Salah satu pedagang di Pasar Randuagung, Kecamatan Randuagung, Nurmawati mengatakan, sejak sepekan terakhir ini harga cabai terus mengalami kenaikan.

Bahkan menurutnya, harga komoditas dapur itu naik hampir setiap hari. Kenaikannya berkisar Rp1.500 ribu sampai dengan Rp9.000 per kilogram (kg).

Sebelumnya, kata Nurma, harga cabai rawit masih kisaran Rp60 ribu per kilogram. Namun saat ini, harga cabai rawit telah tembus Rp100 ribu per kilogram.

“Semua harga bahan baku memang sudah mengalami kenaikan. Yang bikin saya kaget itu harga cabai rawit naik jadi Rp 100 ribu per kilogramnya. Padahal sepuluh hari yang lalu harganya masih Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram,” kata Nurmawati saat ditemui di lapak dagangannya, Rabu (9/3/2023).

Nurma menambahkan, kenaikan harga cabai ini disebabkan minimnya stok cabai dari petani ke Pasar Randuagung.

“Pengiriman dari petani dan pengepul ke pasar mulai berkurang. Makanya harga terus naik. Untuk cabai karena harganya naik, maka pembeli pun berangsur sepi,” tambahnya.

Sementara itu, Musta’in, petani cabai di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Randuagung, menyampaikan, naiknya harga cabai salah satunya disebabkan curah hujan yang terus berlangsung. Padahal saat ini seharusnya sudah memasuki musim kemarau.

“Banyak tanaman cabai yang rusak disini. Daunnya keriting dan batangnya membusuk lalu mati. Kalau terus begini, mungkin harga cabai akan terus naik,” kata Musta’in saat ditemui di rumahnya.

Sebagian petani baru memasuki musim tanam. Sementara untuk cabai yang mulai berbuah banyak yang rusak. “Karena diguyur hujan terus-menerus,” imbuh dia. (*)

Editor: Mohamad S
Publisher: Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi