Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 11 Mar 2023 18:13 WIB

Petani Menjerit! Harga Pupuk Mahal, Gabah Diobral


					RUGI: Petani padi asal Kecamatan Krejengan, tetap panen meski harga gabah murah. (foto: Ainul Jannah). Perbesar

RUGI: Petani padi asal Kecamatan Krejengan, tetap panen meski harga gabah murah. (foto: Ainul Jannah).

Kraksaan,- Persoalan pupuk subsidi di sejumlah daerah, tak terkecuali di Kabupaten Probolinggo, tak kunjung usai. Selain sulit didapat, harga pupuk juga melangit.

Di Kabupaten Probolinggo, harga pupuk urea bersubsidi sekitar Rp450 ribu per kwintal. Kisaran harga ini dinilai sangat tinggi dan sulit dijangkau oleh para petani.

“Mahal sekali itu, biasanya urea yang subsidi Rp250 ribu/kwintal tapi disini Rp450 ribu/kwintal,” kata salah seorang petani asal Kecamatan Paiton, Saiful Islam, Sabtu (11/3/23).

Dijelaskan Saiful, ditengah mahalnya harga pupuk subsidi, harga gabah hasil panen petani justru murah. Saat ini, gabah kering hanya dihargai Rp4 juta/ton.

Meski murah, namun petani tetap harus menjual gabahnya. “Banyak yang dijual ke tengkulak, diobral, karena petani butuh uang untuk menutupi biaya tanam,” urainya.

“Hasil panen jelas tidak cukup. Itu kalau dihitung-hitung, Rp4 juta itu hanya untuk pupuknya saja. Kalau tiga bulan, itu sudah lebih biayanya,” Saiful menambahkan.

Petani lainnya, Suarno (46) mengatakan, harga pupuk bersubsidi jenis urea di tempatnya berkisar antara Rp440 ribu/kwintal hingga Rp450 ribu/kwintal.

“Ada yang Rp440 ribu ada yang Rp450/kwintal. Itu mahal sekali, kalau yang subsidi aja harganya sampai segitu, apalagi yang non-subsidi,” keluh petani asal Kecamatan Krejengan ini. (*)

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi