Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Kesehatan · 13 Mar 2023 16:29 WIB

Januari – Maret, Ditemukan Tujuh Kasus Leptospirosis, Dua Meninggal


					Kantor Dinas kesehatan dan P2KB Perbesar

Kantor Dinas kesehatan dan P2KB

Probolinggo – Sejak Januari – Maret (hingga 13 Maret) 2023, terdapat tujuh kasus Leptospirosis, dengan dua kasus kematian. Dinas Kesehatan dan P2KB Kota Probolinggo mengimbau, masyarakat untuk berhati-hati khususnya di lingkungan yang terdapat banyak tikus.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB, dr. Nurul Hasanah Hidayati. “Dari data yang kami miliki, tujuh warga yang terjangkit ini, satu warga Kecamatan Mayangan, satu warga Kecamatan Wonoasih, tiga warga Kecamatan Kedopok, dan dua warga Kanigaran,” ujarnya, Senin (13/3/2023).

Sedangkan dua warga yang meninggal akibat penyakit Leptospirosis ini, warga Kecamatan Wonoasih dan warga Kecamatan Kanigaran. Kedua warga ini meninggal di awal Maret dan minggu kedua Maret. Untuk dua warga yang meninggal ini berusia 33 tahun dan 58 tahun.

Dokter Ida, panggilan akrab dr. Nurul Hasanah Hidayati mengatakan, penyebaran penyakit Leptospirosis ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang dapat menyebar melalui kencing tikus. Selain itu, penyebaran bakteri melalui urine ini biasanya terdapat pada genangan air.

“Biasanya genangan yang sudah tercemar kencing tikus inilah yang dapat menularkan penyakit ini. Selain itu, penyakit ini akan menular ke manusia melalui luka yang di milikinya,” ujarnya.

Untuk gejala orang yang terjangkit penyakit ini mulai dari demam, badan terasa sakit semua, hingga yang terparah penyakit ini dapat menyerang ginjal, hingga lever. Jika tidak di tangani secara tepat, maka, dapat menyebabkan kematian.

Untuk pencegahannya sendiri, bagi warga yang beraktivitas pada lingkungan yang rentang adanya pencemaran kencing tikus untuk menggunakan pelindung, mulai sepatu bot, hingga sarung tangan.

“Upaya pemkot sendiri untuk mencegah penularan penyakit ini yakni mengeluarkan SE terkait penyakit ini. Kami juga telah memperkuat surveillance di daerah sekitar pasien yang terpapar, serta juga di setiap puskesmas telah menyiapkan Rapid Diagnotic Test (RDT) untuk mendeteksi penyakit ini,” imbuhnya.

Selain upaya tersebut, Dinkes dan P2KB terus melakukan sosialisasi terkait penyakit inim Penyakit ini banyak terjadi di musim hujan yang banyak genangan serta terdapat banyak tikus. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Yukh, Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh saat Berpuasa, ini Tipsnya

10 Maret 2025 - 12:05 WIB

Penting! Hindari 7 Makanan dan Minuman ini Agar Tubuhmu Tetap Sehat Selama Berpuasa

9 Maret 2025 - 12:12 WIB

Waspada! Satu Orang Warga Probolinggo Meninggal Dunia Akibat DBD

7 Maret 2025 - 17:55 WIB

Tips Berpuasa di Bulan Ramadhan: Makanan, Olahraga, dan Waktu Tidur yang Tepat

3 Maret 2025 - 08:52 WIB

Program Persalinan Gratis Mulai Dapat Diakses Masyarakat Lumajang

27 Februari 2025 - 18:15 WIB

Terjangkit TBC, 130 Orang di Lumajang Meninggal

25 Februari 2025 - 15:44 WIB

Pelayanan Dikeluhkan Keluarga Pasien, ini Penjelasan RSUD Waluyo Jati Kraksaan

24 Februari 2025 - 18:21 WIB

Trending di Kesehatan