Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Berita Pantura · 27 Mar 2023 14:43 WIB

Lumajang Kekurangan Dokter, Hanya Miliki 50 Orang


					Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang, Perbesar

Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang,

Lumajang,- Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai masih menjadi salah satu kendala dalam pelayanan kesehatan di tingkat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), di Kabupaten Lumajang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Lumajang pada tahun 2021 tercatat sebanyak 1. 127.094 jiwa. Sementara jumlah dokter yang tersebar di 25 puskesmas, hanya 50 orang.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang, Bayu Wibowo mengatakan, harusnya dengan jumlah penduduk yang sedemikian banyak, Kabupaten Lumajang idealnya memiliki 100 dokter.

“Idealnya memang 1 dokter bisa mencakup 1.000 penduduk, namun di Lumajang masih kekurangan dengan jumlah dokter yang hanya 50 orang di 25 puskesmas,” kata Bayu, Senin (27/3/2023).

Menurutnya, minimnya jumlah dokter tersebut tentu sangat mempengaruhi ritme pelayanan terhadap pasien yang membutuhkan perawatan dokter.

Dampak yang paling nampak, penumpukan pasien dengan beragam penyakit di sejumlah rumah sakit yang ada di Kabupaten Lumajang.

Tak hanya itu, lanjut Bayu, di daerah pelosok pedesaan pun juga membutuhkan dokter. Selama ini, warga di pelosok desa tidak bisa menjangkau layanan dokter.

“Kebanyakan memilih di perkotaan karena berbagai faktor. Inilah juga yang menjadi masalah yang harus ada solusinya,” jelasnya.

Faktor lain yang mempengaruhi kurangnya jumlah dokter di Lumajang adalah sepinya minat dokter mengisi posisi pegawai negeri sipil saat rekrutmen.

“Ini juga dipengaruhi oleh faktor kesejahteraan. Sekolah dokter itu mahal, akhirnya banyak yang berpikir ketika jadi PNS penghasilan tidak sepadan. Padahal jadi PNS kan memang murni pengabdian,” tutur Bayu.

Menurut Bayu, Dinkes P2KB tidak bisa berbuat banyak dalam upaya memenuhi kebutuhan dokter. Pasalnya kuota rekrutmen dokter merupakan wewenang dari pemerintah pusat.

“Kita tidak bisa mengajukan untuk memenuhi kekurangan tersebut. Kan kuota perekrutan juga dari pemerintah pusat,” pungkas dia. (*)

Editor: Mohamad S
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura