Menu

Mode Gelap
Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

Budaya · 1 Apr 2023 16:07 WIB

Isi Ramadhan, Santri Ponpes Bani Rancang Sepakbola Api


					Sejumlah santri bermain sepakbola api. Perbesar

Sejumlah santri bermain sepakbola api.

Probolinggo – Banyak cara untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang positif, seperti yang di lakukan santri Pondok Pesantren Bani Rancang, di Dusun Kalisat, Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Sepakbola api yang dimainkan oleh santri ini juga sebagai tradisi di pondok.

Seperti sepakbola pada umumnya, ada dua tim yang berisi masing-masing lima santri yang bertanding. Bak pertandingan resmi, sebelum bermain, kedua tim mendapat instruksi dari wasit terkait teknik pertandingan, hingga berjabat tangan sebelum bertanding.

Sebelum sepakbola dimulai, dilakukan doa yang dipimpin Pengasuh Ponpes Bani Rancang, Gus Agus Hasan Muktasim Billah. Doa ini ditujukan selain selama pertandingan berjalan lancar, juga agar para pemain diberi kekuatan saat menendang bola api.

Selama bermain, para pemain seperti tidak merasakan panasnya api saat menendang bola. Bahkan, mereka pun saling berebut bola dan berusaha memasukkan bola ke dalam gawang.

“Sepakbola api yang kita gelar ini merupakan salah satu tradisi Pondok Pesantren Bani Rancang untuk mengisi bulan Ramadhan. Pelaksanaannya pun dilakukan setelah tadarus atau setelah kajian kitab kuning,” ujar pengasuh pesantren.

Permainan sepakbola api ini semakin meriah lantaran santri perempuan ataubpun santri laki-aki yang tidak ikut sepakbola api, bersorak-sorak mendukung timnya. Hingga peluit panjang dibunyikan skor berakhir 2-1.

Selain tradisi, sepakbola api ini juga sebagai obat gagalnya Piala Dunia U-20 yang rencananya digelar di Indonesia oleh FIFA.

“Dengan digelarnya sepakbola api ini, diharapkan para santri di pondok dapat terhibur setelah menjalani rutinitas bulan Ramadhanm juga menjadi penyemangat santri selama menuntut ilmu di pondok,” imbuh Gus Agus Hasan.

Sementara, salah satu santri, Muhammad Amrullah mengatakan, meskipun bermain bola api, namun saat menendang bola tidak terasa panas, karena sebelum permainan dilakukan doa-doa oleh pengasuh.

“Sepakbola api ini rutin di gelar di bulan Ramadhan setelah tadarus, karena memang sepak bola api ini merupakan tradisi. Selain itu, sepakbola api ini juga sebagai hiburan para santri,” ujarnya. (*) 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mengenal Ogoh- ogoh, Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Meriah di Lumajang, Wujud Toleransi Menjelang Nyepi dan Lebaran

29 Maret 2025 - 02:06 WIB

Sebelum Mengarak Ogoh-ogoh, Umat Hindu di Lumajang Gelar Upacara Tawur Agung Kesanga

28 Maret 2025 - 15:28 WIB

Jahat Dan Rakus, Sosok Rahwana Dibuat Untuk Pawai Ogoh – Ogoh di Lumajang

17 Maret 2025 - 14:10 WIB

Festival MPS Kembali Digelar di Genggong, Ajang Adu Kreatifitas sekaligus Pelestarian Budaya Lokal

8 Maret 2025 - 08:49 WIB

Festival Seribu Sego Takir Sambut Hari Jadi Lumajang ke-769

31 Desember 2024 - 06:58 WIB

Hari Raya Kuningan, Mohon Perlindungan dan Keselamatan di Alam Semesta

5 Oktober 2024 - 16:33 WIB

Umat Hindu Tengger Sembahyang Hari Raya Kuningan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung

5 Oktober 2024 - 13:25 WIB

Warga Desa Darungan Lumajang Berebut Tiga Gunungan Hasil Bumi dan 1.000 Ketan

29 September 2024 - 15:25 WIB

Trending di Budaya