Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Budaya · 2 Apr 2023 16:00 WIB

Es Campur Saparuwa, Minuman Legendaris Khas Pasuruan yang Menggugah Selera


					KHAS: Warung es campur saparuwa yang berada di jalur pantura Kota Pasuruan. (foto: Moh. Rois) Perbesar

KHAS: Warung es campur saparuwa yang berada di jalur pantura Kota Pasuruan. (foto: Moh. Rois)

Pasuruan,- Es campur saparuwa merupakan es campur legendaris di Pasuruan. Warung es campur yang berada di Jalan A Yani, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan ini selalu dipenuhi oleh pembeli, terutama di bulan puasa.

“Di bulan puasa ini, kami memang selalu kebanjiran pembeli. Mereka biasanya membeli es campur untuk takjil di masjid dan pondok pesantren,” kata Nur Izza, salah satu karyawan warung es campur saparuwa.

Es campur saparuwa telah berdiri sejak tahun 1979. Nama es campur saparuwa diambil dari bulan Jawa, sapar dan ruwa.

Bulan sapar merupakan bulan kelahiran anak pertama pemilik warung es campur saparuwa. Sementara bulan ruwa merupakan bulan berdirinya warung es tersebut.

Menurut pemilik warung es campur saparuwa, Kholifa, es campur saparuwa ini terdiri dari campuran berbagai bahan seperti nanas, kelapa muda, cincau hitam, kolang-kaling, jomble (jelly hijau).

Semua bahan diolah dengan cara yang benar untuk menghasilkan es campur yang nikmat dan segar. Yang membut es campur ini berbeda dengan es campur pada umumnya adalah manisan nanas.

“Bedanya ada di manisnya nanas. Kalau es campur lainnya tidak ada manisan nanasnya,” kata Kholifa.

Usaha es campur ini merupakan warisan dari orang tuanya. Kholifa adalah generasi kedua dari keluarga yang mengelola usaha es campur dan telah berdiri selama puluhan tahun.

Dijelaskan Kholifa, meskipun usaha tersebut telah lama berjalan, hanya dua dari enam anak yang diajarkan cara membuat es campur oleh orang tuanya. Keduanya adalah anak perempuan, termasuk dirinya.

“Orang tua saya kan punya 6 orang anak, 4 Laki-laki 2 perempuan. Nah tang diajari membuat es capur hanya anak yang perempuan, termasuk saya ini,” jelasnya.

Es campur saparuwa bukan hanya sekadar makanan penutup yang menyegarkan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kuliner di Pasuruan.

Pelanggan es campur saparuwa tidak hanya berasal dari warga Pasuruan saja, tapi juga dari luar daerah yang sengaja mampir ketika melintas di Pasuruan.

“Jadi yang pernah beli es campur di sini, ketika ke Pasuruan pasti mampir,” ujar Kholifa.

Kholifa mengaku bahwa warungnya pernah menjual seribu bungkus es campur dalam sehari. Hal ini menunjukkan betapa populer dan diminatinya es campur saparuwa di kalangan masyarakat.

“Dulu itu pernah terjadi dalam satu hari kami mampu menjual seribu bungkus es campur. Kalau normalnya, ya sekitar 500 bungkus per hari,” bebernya.

Harga es campur saparuwa memang terjangkau, sehingga semua kalangan bisa menikmati es campur legendaris ini tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Satu bungkus es campur dijual dengan harga Rp13 ribu. Namun, bagi pelanggan yang ingin menikmati es campur saparuwa di tempat, harga yang dibanderol adalah Rp7 ribu.

Jadi, bagi Anda yang ingin mencoba es campur saparuwa, jangan khawatir dengan harga mahal. (*)

 

Editor: Mohamad S
Publisher: Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

3 April 2025 - 12:38 WIB

Libur Panjang, Berikut Tips Memilih Liburan saat Lebaran

1 April 2025 - 17:30 WIB

Masih jadi Favorit, 95.585 Pemudik Gunakan KA Saat Lebaran 2025

30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Libur Panjang Lebaran, Mobil Dinas Pemkab Probolinggo Dikandangkan

30 Maret 2025 - 15:16 WIB

Penyelenggaraan Haji Bakal Dikelola BP Haji, Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania Beri Pesan Khusus

29 Maret 2025 - 19:55 WIB

Mengenal Ogoh- ogoh, Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

29 Maret 2025 - 02:24 WIB

Pawai Ogoh-ogoh Meriah di Lumajang, Wujud Toleransi Menjelang Nyepi dan Lebaran

29 Maret 2025 - 02:06 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 di Jember, Sehari Tembus 10.482 Penumpang KA

28 Maret 2025 - 20:33 WIB

Mudik Gratis di Pasuruan, Ratusan Warga Berangkat Pulang Kampung Hari Ini

28 Maret 2025 - 15:52 WIB

Trending di Regional