Menu

Mode Gelap
H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil Libur Lebaran, Jasa Penitipan Kucing di Kota Probolinggo Laris Manis Empat Keistimewaan The Bentar Beach, yang Wajib Dinikmati saat Libur Panjang Lebaran

Ekonomi · 15 Apr 2023 16:04 WIB

Berawal dari Hobi, Pasutri Sukses Kembangkan Bisnis Darbuka, Tembus Pasar Internasional


					KREATIF: Pasangan suami istri, Akhmad Najidh dan Tutik Mudzakiroh, melihat produk darbuka buatan karyawannya. (foto: Moh. Rois) Perbesar

KREATIF: Pasangan suami istri, Akhmad Najidh dan Tutik Mudzakiroh, melihat produk darbuka buatan karyawannya. (foto: Moh. Rois)

Winongan,- Pasangan suami istri (pasutri) asal Dusun Panci’an, Desa Winongan Lor, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, berhasil merubah hobi bermain musik darbuka menjadi bisnis menggiurkan.

Bahkan, produk darbuka buatan pasutri ini telah tembus pasar internasional. Pasutri kreatif ini adalah Akhmad Najidh dan Tutik Mudzakiroh.

Menurut Akhmad Najidh, usaha ini dibuat usai ia menikah dengan sang istri, sekitar tahun 2012 lalu. Segalanya dimulai dari hobinya memainkan musik darbuka sejak masih muda, yang berawal dari partisipasinya bergabung dalam kelompok albanjari.

“Kebetulan saya hobi dan saya punya satu darbuka,” kata Najidh saat ditemui di rumahnya, Sabtu (15/4/2023).

Suatu hari, ia menjual darbukanya kepada salah satu temannya dan berhasil mendapat untung. Hal inilah yang membuatnya berfikir untuk memulai bisnis darbuka bersama si istri.

Ia kemudian mencoba mencari cara untuk membuat alat musik darbuka. “Saya mulai mencari tahu dasarnya untuk membuat darbuka ke salah satu teman saya, ternyata bahannya pakai aluminium,” ujar Najidh.

Bahan baku aluminium banyak ditemukan di Kota Pasuruan, dimana penghasil logam banyak tersedia. Najidh pun kemudian mencari karyawan yang punya basic perajin logam dan mulai memproduksi darbuka di tempat produksi aluminium atau cetakan awal.

“Tempat produksi alumunium darbuka berada di Desa Ketegan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan,” ungkap dia.

Dalam beberapa tahun, Najidh bisa memperkerjakan beberapa karyawan di wilayah Kecamatan Winongan, yang sebagian besar adalah anak muda sekitar.

Mereka mengerjakan di tempat produksi yang berada di di Jalan Raya Winongan, Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Di tempat yang berukuran 10×15 meter itu, mereka memproses alat musik islami itu. Mulai dari pencetakan, membersihkan, proses desain, pengecatan hingga proses finishing pemasangan bagian atas darbuka.

“Setiap hari, puluhan karyawan kami mampu memproduksi 50 pieces darbuka yang siap dijual,” terang Najidh.

Saat ini, bisnis darbuka buatan Najidh dan istri telah berhasil melebarkan sayapnya ke hampir di setiap kota di Indonesia. Mereka punya reseller dan banyak rekan di komunitas darbuka yang membuatnya semakin dikenal.

Bahkan, pesanan darbuka dari luar negeri pun terus berdatangan dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, China, Jepang hingga India.

Kesuksesan bisnis ini tak lepas dari ketelatenan dan kerja keras dari Akhmad Najidh dan Tutik Mudzakiroh. Dalam sebulan, usaha mereka mampu meraih omset hingga kurang lebih Rp500 juta.

“Ramainya pesnan itu pada saat bulan maulid dan pasca lebaran. Jadi di bukan puasa ini saya memperbanyak stok untuk dijual habis lebaran,” pungkas dia. (*)

 

Editor Mohamad S
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 184 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi