Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Sosial · 22 Mei 2023 15:40 WIB

Yadnya Kasada, PHDI Akan Tertibkan Pedagang hingga Pemarit


					Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto. Perbesar

Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto.

Probolinggo – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo berupaya agar umat Hindu Suku Tengger dalam pelaksanaa Upacara Yadnya Kasada berjalan kusyuk dan tenang. Pada Yadnya Kasada tahun ini selain penutupan bagi wisatawan, juga ada pengetatan bagi pedagang, hingga pemungut sesaji (pemarit).

Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto mengatakan, hal itu sesuai hasil rapat yang telah di gelar sebelumnya.

Dikatakan selain penutupan wisata Gunung Bromo, juga ada larangan kepada umat Hindu untuk membawa sound system serta menggunakan motor berknalpot brong.

“Jadi sesuai hasil rapat, bagi warga Tengger yang melaksanakan Yadnya Kasada yang membawa sound system serta motor berknalpot brong, maka harus dititipkan di Pos Cemorolawang, hal ini untuk menjaga kekitmatan, dan kekusyukan upacara Yadnya Kasada,” ujarnya, Senin (22/5/2023).

Tak hanya itu, pedagang yang berjualan juga akan diseleksi. Di mana untuk pedagang makanan diperbolehkan.

Sedangkan untuk pedagang pakaian dilarang. Selain itu, para pedagang yang hendak berjualan wajib menitipkan KTP di Pos Cemorolawang. Nantinya jika selesai berjualan dan ingin mengambil KTP wajib membawa sampahnya.

Tak hanya bagi pedagang, bagi pemarit yang mengambil sesaji yang dilarung di kawah Bromo wajib menyerahkan KTP. Jika pemarit bukan dari empat wilayah (Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang), tidak diperkenankan.

“Selain itu, pemarit ini akan kami kumpulkan terlebih dahulu untuk kami beri sosialisasi, yang mana sesaji yang boleh diambil harus sudah menyentuh tanah dahulu. Karena jika sudah terkena tanah maka sesaji tersebut sudah diterima,” ujarnya.

Dan untuk mengantisipasi wisatawan yang nekat masuk ke Bromo saat upacara Yadnya Kasada, maka TNI, Polri, dan Jogoboyo akan melakukan penjagaan di pintu masuk.

“Hal ini untuk mengantisipasi wisatawan atau warga yang bukan melaksanakan Yadnya Kasada untuk masuk. Hal ini untuk ketenangan umat Hindu yang melaksanakan Yadnya Kasada,” kata Bambang. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Selisih Sehari dengan Pemerintah, Jamaah Aboge di Leces Shalat Idul Fitri Hari Ini

1 April 2025 - 10:23 WIB

Warga Winongan Rayakan Lebaran di Tengah Sisa Genangan Banjir

31 Maret 2025 - 16:37 WIB

Kado Lebaran, 507 Warga Binaan Lapas Kelas II Probolinggo Dapat Remisi

31 Maret 2025 - 15:23 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Akan Gelar Open House, Warga Boleh Datang, Dilarang Bawa Oleh-oleh

30 Maret 2025 - 16:18 WIB

Waspada Bencana saat Libur Lebaran, BPBD Pasuruan Siaga Penuh 24 Jam

29 Maret 2025 - 18:18 WIB

Polres Pasuruan Sediakan Layanan Titip Kendaraan bagi Pemudik

29 Maret 2025 - 17:06 WIB

Program Berkah Nusantara PLN Nusantara Power UP Paiton Bagikan Seribu Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim

29 Maret 2025 - 12:53 WIB

Waspada Microsleep saat Mudik, Ini Tips Pencegahannya

29 Maret 2025 - 11:12 WIB

Empat Pos Pengamanan dan 300 Aparat Siap Amankan Lebaran di Kota Probolinggo

28 Maret 2025 - 17:37 WIB

Trending di Sosial