Menu

Mode Gelap
Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

Peristiwa · 18 Jul 2023 18:28 WIB

Gunung Semeru Fluktuatif, Kerap Gempa dan Lontarkan Guguran Lava


					FLUKTUATIF: Gunung Semeru di Lumajang sering alami gempa letusan dan lontarkan lava. (foto: Pos pengamatan Gunung Semeru). Perbesar

FLUKTUATIF: Gunung Semeru di Lumajang sering alami gempa letusan dan lontarkan lava. (foto: Pos pengamatan Gunung Semeru).

Lumajang,- Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, terpantau masih fluktuatif, Selasa (18/7/23). Gempa letusan dan guguran masih kerap terjadi di gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Liswanto, dalam laporannya menjelaskan, berdasarkan pengamatan kegempaan, pada pukul 00.00-06.00 WIB, sudah terjadi 23 kali gempa erupsi dengan amplitudo 16-20 mm dan lama gempa 75-105 detik.

“Untuk gempa guguran tercatat sebanyak satu kali dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 14 detik,” tulis laporan Liswanto yang dikirim ke sejumlah grup WA pos pengamanan rawan bencana Semeru.

Untuk pengamatan visual, Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup kabut, asap kawah tidak teramati, kemudian cuaca cerah hingga mendung, angin lemah ke arah tenggara, serta keterangan lainnya terekam tremor harmonik harmonik dengan amplitudo 2-3 mm dan lama gempa 57-95 detik, serta dua kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 19-20 mm.

Sedangkan untuk pengamatan kegempaan pada pukul 06.00-12.00 WIB, tercatat 17 kali gempa erupsi, tiga kali gempa guguran, tiga kali gempa embusan, satu kali harmonik, dan satu kali gempa tektonik jauh.

Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III, sehingga masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyaraka yang berada di lereng Gunung Semeru, dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” beber Liswanto.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” tutupnya. (*)

Editor Mohamad S
Publisher Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa