Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Peristiwa · 24 Jul 2023 16:11 WIB

Heboh, Sapi di Krucil Lahir dengan Kepala Bercabang dan Bermulut Dua


					Foto: Istimewa Perbesar

Foto: Istimewa

Probolinggo,- Warga Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil dibuat heboh oleh seekor anak sapi yang baru lahir. Pasalnya, sapi tersebut lahir dengan kepala yang bercabang dua dengan dua mulut yang terpisah.

Surahman seorang warga setempat mengatakan, kelahiran sapi yang terbilang langka tersebut praktis mengundang sejumlah warga untuk melihatnya. Bahkan, banyak yang mengabadikan sapi dengan dua mulut tersebut dengan kamera ponsel masing-masing.

“Milik tetangga saya, punya Bu Ida. Banyak yang melihat, karena tidak sama dengan sapi lainnya,” katanya, Senin (24/7/2023).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Disperta setempat drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan, secara teori hal tersrbut memang dimungkinkan. Pertama, induk sapi memiliki dua sel telur, jika keduanya jadi, maka akan lahir sapi kembar.

“Jika sel telur ini bertemu dengan sperma, dan kedua sel telurnya jadi, maka akan lahir kembar, tapi tidak identik kembarnya,” ujarnya.

Sedangkan teori kedua, jika hanya satu sel telurnya yang jadi, dan sel telur ini membelah diri, maka akan lahir anakan sapi dengan kembar identik.

“Dalam kasus di Krucil ini, kemungkinan satu sel telur yang jadi. Dan sel telur ini mencoba membelah diri, tapi upaya membelah dirinya terganggu, dan tidak sempurna.

“Karena terganggu ini, akhirnya tidak sempurna. Jadi mungkin faktor ini yang menyebabkan sapi tersebut lahir dengan dua mulut. Dan terkait apa yang mengganggu pembelahan dirinya itu, itu memerlukan riset untuk memastikannya,” katanya.

Niko, panggilan akrab Nikolas Nuryulianto pun mengimbau, pemilik sapi untuk rutin memeriksakan kesehatan hewannya kepada dokter hewan atau petugas teknis kesehatan hewan, terlebih bagi sapi yang kondisinya bunting.

“Terlebih bagi hewan yang sedang bunting. Kami mengimbau agar peternaknya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan dokter hewan dan petugas teknis kami. Agar, kesehatan sapinya terjaga,” harapnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publiaher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa