Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 9 Agu 2023 16:17 WIB

Harga di Luar Bagus, Petani Harap Gudang Tembakau Lokal Tidak Segera Buka


					Harga di Luar Bagus, Petani Harap Gudang Tembakau Lokal Tidak Segera Buka Perbesar

Probolinggo – Sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo sudah memasuki masa panen tembakau. Di sisi lain, hingga saat ini masih belum ada gudang tembakau lokal yang buka.

Meski begitu, para tengkulak tembakau sudah mulai menyebar ke pelosok desa untuk membeli tembakau dari petani. Sehingga, kondisi belum bukanya gudang tembakau lokal, tidak banyak dipersoalkan oleh petani.

“Banyak yang cari, jadi tetap terjual. Katanya, (tengkulak, Red.) dipasok ke Malang dan Madura, karena yang gudang di sini belum buka,” kata Lukman Hakim, petani tembakau dari Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, Rabu (9/8/2023).

Lukman melanjutkan, terkait harga yang ditawarkan oleh para tengkulak, menurutnya juga sudah cukup bagus. Bahkan, bisa tembus sampai Rp65 ribu per kilogram.

“Saya panen pertama itu laku Rp35 ribu per kilogram karena rusak akibat cuaca mendung ketika dijemur. Panen kedua laku Rp48 ribu, panen ketiga Rp58 ribu, dan yang panen keempat laku Rp63 ribu,” katanya.

Kini Lukman pun berharap, pada panen kelimanya, tembakaunya bisa dibeli oleh tengkulak dengan harga Rp65 ribu atau lebih per kilogram. Pasalnya, kualitas tembakau terbaik biasanya dihasilkan dari proses panen keempat dan kelima.

Lebih dari itu, ia juga berharap gudang lokal tidak segera buka untuk mulai membeli tembakau. Sebab, dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ketika gudang lokal mulai membeli tembakau, justru harganya menurun.

“Kalau gudang di sini sudah buka, biasanya harga turun. Lebih bagus ketika dipasok ke gudang luar harganya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Mahdinsareza mengatakan, sedang mengumpulkan informasi terkait Harga Pokok Produksi (HPP) tembakau yang dikeluarkan oleh petani. Nanti, ketika angka HPP sudah didapatkan, pihaknya akan meminta kepada gudang agar ketika melakukan pembelian, harganya tidak berada di bawah HPP.

“Angkanya (HPP, Red.) akan kami sampaikan ke gudang. Kalau semisal nanti harganya berada di bawah HPP, maka kami akan layangkan teguran ke pihak gudang,” paparnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi