Menu

Mode Gelap
Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

Pendidikan · 12 Agu 2023 08:29 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Kader IPNU Rancang Masterplan untuk Indonesia Emas 2045


					MOTIVASI: Gubernur Khofifah saat menghadiri kombes IPNU di aman Chandra Wilwatikta Pandaan. (foto: Moh. Rois) Perbesar

MOTIVASI: Gubernur Khofifah saat menghadiri kombes IPNU di aman Chandra Wilwatikta Pandaan. (foto: Moh. Rois)

Pasuruan,- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membuka Konferensi Besar (Konbes) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Taman Chandra Wilwatikta, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat (11/8/2023) malam.

Dalam acara tersebut, Gubernur Khofifah meminta para kader IPNU untuk merancang masterplan guna mempersiapkan diri menyambut Indonesia Emas pada tahun 2045.

Menurutnya, kader IPNU harus mempersiapkan diri sebagai penerus bangsa, baik menjadi Bupati, Gubernur, Mentri, hingga Presiden,termasuk sebagai berkontribusi dalam sektor usaha.

Selain itu, IPNU harus berperan sebagai bagian dari lokomotif dalam mewujudkan konsep Islam Rahmatan lil Alamin. Untuk itu, penting untuk merumuskannya dalam masterplan 2045 yang mempromosikan Islam dengan penuh cinta dan damai.

“Saya minta IPNU untuk mempersiapkan masterplan, agar di tahun 2045 saat Indonesia Emas, IPNU sudah siap menjadi generasi emas,” papar Khofifah.

Gubernur Khofifah juga mendorong IPNU untuk merencanakan konsep pelajar yang berdaya. Hal ini meliputi persiapan masterplan mengenai target nasional dalam meraih beasiswa LDPD, yang kini tersedia baik di dalam maupun luar negeri.

Tak hanya itu, ketua umum Muslimat NU itu juga mendorong pemetaan talenta kader IPNU, khususnya yang memiliki potensi di bidang usaha dan bisnis.

“Tidak ada kata terlambat, kalau semua sudah dilakukan, baru kita bisa menyampaikan kepada dunia kalau IPNU dikdaya. IPNU dikdaya itu artinya bahwa ekonomi IPNU juga kuat maka saya sebut diversifikasi profesi,” tegas Khofifah. (*)

 

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris

4 April 2025 - 10:40 WIB

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai di Jember, Per Porsi Rp8 Ribu

18 Maret 2025 - 01:04 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Rakyat, Bupati Mulai Survei Sekolah dan Lahan

17 Maret 2025 - 12:05 WIB

Sebanyak 3.561 Pelajar Lumajang Putus Sekolah

11 Maret 2025 - 15:22 WIB

Pemkot Probolinggo Bakal Bangun SMPN 11, Siapkan Lahan di 3 Lokasi

6 Maret 2025 - 17:38 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Wabup Pasuruan Buka Segel, Siswa SDN Jeladri 1 Akhirnya Bisa Belajar di Sekolah

26 Februari 2025 - 15:53 WIB

Trending di Pendidikan