Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Lingkungan · 21 Agu 2023 16:53 WIB

Dinilai Cemari Lingkungan, Limbah PG Jatiroto Dikeluhkan Warga


					TERCEMAR: Sungai Kalibanter yang berada di perkampungan warga disebut-sebut tercemar oleh limbah PG Jatiroto. (foto: Asmadi) Perbesar

TERCEMAR: Sungai Kalibanter yang berada di perkampungan warga disebut-sebut tercemar oleh limbah PG Jatiroto. (foto: Asmadi)

Lumajang,- Dinilai cemari lingkungan, limbah Pabrik Gula (PG) Jatiroto dikeluhkan warga kawasan Sungai Kalibanter yang meliputi Desa Rowokangkung dan Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan pantauan PANTURA7.com di sekitar Sungai Kalibanter, bau menyengat memang terasa menusuk hidung. Air sungai yang biasanya jernih, tidak terlihat di aliran Sungai Kalibanter yang airnya berwarna hijau kehitaman.

Informasi warga, Sungai Kalibanter kini telah berubah fungsi jadi area pembuangan limbah pabrik. Hal itulah yang membuat aliran sungai berubah warna dan banyak ikan mati.

“Di Sungai Kalibanter ini sering dilakukan penaburan benih ikan oleh Dinas Perikanan (Kabupaten Lumajang). Namun, benih yang ditabur mabuk dan mati. Dulu itu warga pernah membuat sumur, namun air yang keluar dari sumbernya, baunya sama dengan limbah pabrik, menyengat dan tidak enak,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Rowokangkung, Suwatno, Senin (21/8/2023).

Suwatno yang tinggal tidak jauh dari aliran sungai, turut merasakan dampaknya. Menurutnya, bau menyengat yang berasal dari limbah pabrik tidak hanya mencemari lingkungan namun juga mengganggu kesehatan.

Suwatno menambahkan, dua tahun sebelumnya dampak limbah tidak terlalu dirasakan. Namun dalam beberapa pekan terakhir, bau limbah kembali menguap.

“Kalau mulai terasanya sih, sekitar pukul 5.00 pagi dan sore hari sungai akan mengeluarkan bau menyengat dari limbah. Padahal dua tahun lalu kondisinya sudah mulai membaik,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Rowokangkung, Totok Hariyanto mengatakan, dua tahun lalu pemerintah desa bersama warga sering mengajukan komplain ke PG Jatiroto.

“Sebenarnya, pengolahan limbah pabrik saat di kunjungi dua tahun lalu sudah sangat baik dan membuat bau yang dikeluarkan tidak separah sebelum dikomplain warga,” ungkap dia.

Hanya saja, sambung Totok, beberapa waktu belakangan limbah pabrik kembali menimbulkan bau menyengat. Jika nanti banyak warganya yang komplain, ia akan menindaklanjuti ke PG Jatiroto.

“Sejak di komplain terakhir kali (dua tahun lalu, red) tak ada keluhan lagi dari warga. Kalau banyak warga mulai mengeluh lagi seperti dulu, baru kita akan menindaklanjuti ke PG Jatiroto seperti dulu,” janjinya.

Hingga berita ini ditayangkan, sekitar pukul 16.40 WIB, wartawan PANTURA7.com telah berupaya konfirmasi ke pihak PG Jatiroto. Namun sejauh ini belum ada keterangan yang diberikan pabrik gula dibawah naungan PTPN XI itu. (*)

Editor: Mohamad S
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 146 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim

4 April 2025 - 21:06 WIB

Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru

4 April 2025 - 20:50 WIB

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Ada Tradisi Petolekoran, Patroli Laut Utara Probolinggo Diperketat

27 Maret 2025 - 20:10 WIB

Pembangunan Kampus Unej di Lumajang Dilanjutkan, Bahkan Ditargetkan Selesai 2026

27 Maret 2025 - 18:39 WIB

Sambut Lebaran 2025, Polisi di Probolinggo Dirikan Enam Pos Pelayanan

26 Maret 2025 - 18:12 WIB

Trending di Lingkungan