Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Sosial · 21 Agu 2023 18:07 WIB

Jalin Silahturahmi, Warga Probolinggo Buat Bubur Sapar


					Proses pembuatan bubur sumsum. Perbesar

Proses pembuatan bubur sumsum.

Probolinggo – Menyambut datangnya bulan Shafar, salah satu warga Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo membuat dan membagian bubur sapar kepadactetangga sekitarnya. Tradisi yang sudah mulai ditinggalkan ini memiliki makna dan filosofi silahturahmi.

Di rumahnya di Jalan Slamet Riyadi, Gang 5, Vita Kusuma (35), dibantu saudaranya terlihat sibuk sejak pagi. Kesibukan ini lantaran Vita sedang membuat bubu sapar atau orang Probolinggo menyebutnya Tajin Sappar.

Untuk membuat bubur sapar sendiri ada beberapa bahan yang disiapkan di antaranya, tepung ketan, tepung beras, agar-agar, gula, hingga santan. Pertama diawali dengan pembuatan pembuatan bola-bola ketan, yang mana air kapur direbus hingga mendidih, kemudian dicampur dengan tepung ketan, agar-agar dan garam, kemudian diaduk.

Adonan campuran tersebut kemudian di bentuk bola-bola kecil. Selanjutnya yakni membuat bubur sumsum, yang mana tepung beras dan santan, serta ditambah garam dan daun pandan, dimasak hingga mendidih. Jangan lupa saat memasak, juga sesekali diaduk.

“Setelah dua bahan ini jadi, gula merah dimasak hingga mendidih,l kemudian bola-bola yang sudah dibentuk kemudian dimasukkan ke dalam gula merah yang mendidih, setelah matang kemudian ditiriskan,” ujar Vita.

Selanjutnya, setelah bahan-bahan tersebut matang, kemudian ditiriskan ke piring. diawali bubur sumsum, bola-bola ketan, santan kental, serta tambahan toping seperti mutiara, dan nangka.

Untuk proses pembuatan bubur safar ini mulai dari pengolahan bahan hingga jadi membutuhkan waktu sekitar dua jam. Setelah jadi dan ditiriskan, bubur ini kemudian saya bagikan kepada tetangga sekitar rumah.

“Tiap tahun saya selalu membuat bubur sapar ini serta membagikannya ke tetangga dan saudara, dan sesuai filosofi, pembagian untuk mempererat silaturahmi ke tetangga sekitar serta saudara,” imbuh Vita.

Sementara, tetangga Vita, Zubaidah mengatakan, bubur sapar atau Tajin Sappar ini selalu dibagikan pada bulan Shafar karena tradisi dan pada bulan Shafar tahun ini ia kembali mendapat kiriman bubur sapar.

“Alhamdulillah saya selalu mendapat kiriman bubur sapar dari Vita yang merupakan tetangga saya. Rasanya manis, apalagi ada variasi topping yakni buah nangka, serta mutiara yang menjadikan tampilan bubur safar ini menarik,” ujarnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Selisih Sehari dengan Pemerintah, Jamaah Aboge di Leces Shalat Idul Fitri Hari Ini

1 April 2025 - 10:23 WIB

Warga Winongan Rayakan Lebaran di Tengah Sisa Genangan Banjir

31 Maret 2025 - 16:37 WIB

Kado Lebaran, 507 Warga Binaan Lapas Kelas II Probolinggo Dapat Remisi

31 Maret 2025 - 15:23 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Akan Gelar Open House, Warga Boleh Datang, Dilarang Bawa Oleh-oleh

30 Maret 2025 - 16:18 WIB

Waspada Bencana saat Libur Lebaran, BPBD Pasuruan Siaga Penuh 24 Jam

29 Maret 2025 - 18:18 WIB

Polres Pasuruan Sediakan Layanan Titip Kendaraan bagi Pemudik

29 Maret 2025 - 17:06 WIB

Program Berkah Nusantara PLN Nusantara Power UP Paiton Bagikan Seribu Paket Sembako dan Santunan Anak Yatim

29 Maret 2025 - 12:53 WIB

Waspada Microsleep saat Mudik, Ini Tips Pencegahannya

29 Maret 2025 - 11:12 WIB

Empat Pos Pengamanan dan 300 Aparat Siap Amankan Lebaran di Kota Probolinggo

28 Maret 2025 - 17:37 WIB

Trending di Sosial