Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Lingkungan · 21 Agu 2023 15:17 WIB

Warga Dilanda Krisis Air Bersih, ini Langkah Taktis Pemkab Lumajang


					CEK SUMUR: Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengecek sumur milik warga Desa Jatisari, yang sudah tidak menyimpan air. (foto: Asmadi) Perbesar

CEK SUMUR: Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengecek sumur milik warga Desa Jatisari, yang sudah tidak menyimpan air. (foto: Asmadi)

Lumajang,- Sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Cerme Kulon, Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang mengalami krisis bersih. Kondisi ini terjadi lantaran sumur-sumur sudah tidak menyimpan air pasca musim kemarau berkepanjangan.

Untuk mengatasi krisis air bersih, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang pun mengambil langkah taktis. Salah satunya dengan cara memasang meteran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di kawasan terdampak.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menilai, pemasangan meteran akan menggunakan sistem Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Tujuannya jelas, tujuan untuk meringankan biaya pemasangan bagi warga.

“Pemasangan meteran PDAM ini tentu kalau harga normal mahal, oleh karena itu Perumdam Tirta Mahameru saya minta memakai sistem MBR. Itu separuh harga, dari Rp1 juta menjadi Rp500 ribu, dan Rp500 ribu itu, saya minta Baznas untuk membantu separuhnya sehingga masyarakat hanya membayar Rp250 ribu,” kata Thoriq, Senin (21/8/2023).

Cak Thoriq sapaan akrab Thoriqul Haq berharap, langkah tersebut bisa menjadi solusi persoalan krisis air yang terjadi di Desa Jatisari.

“Itu beberapa langkah (yang kita lakukan), dalam waktu tiga sampai empat hari ini, semoga bisa diselesaikan persoalan kekeringan di Desa Jatisari ini,” ujarnya.

Saat ini, imbuh Cak Thoriq, pemerintah daerah melalui BPBD Lumajang secara rutin akan mendistribusikan air bersih untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga.

“Dalam waktu beberapa hari ini tangki (Truk BPBD) akan terus datang ke Desa Jatisari. Saya juga minta agar PDAM membuka kran umum untuk membantu kebutuhan masyarakat,” pungkas dia. (*)

Editor: Mohamad S
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim

4 April 2025 - 21:06 WIB

Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru

4 April 2025 - 20:50 WIB

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Selisih Sehari dengan Pemerintah, Jamaah Aboge di Leces Shalat Idul Fitri Hari Ini

1 April 2025 - 10:23 WIB

Warga Winongan Rayakan Lebaran di Tengah Sisa Genangan Banjir

31 Maret 2025 - 16:37 WIB

Kado Lebaran, 507 Warga Binaan Lapas Kelas II Probolinggo Dapat Remisi

31 Maret 2025 - 15:23 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Lumajang Akan Gelar Open House, Warga Boleh Datang, Dilarang Bawa Oleh-oleh

30 Maret 2025 - 16:18 WIB

Trending di Sosial