Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Pendidikan · 1 Sep 2023 23:38 WIB

Mengenal Firmadani, Santri Genggong yang Gemar Menulis Buku


					PENULIS: Firmadani Eka Puja Krisanti (20), santri PZH Genggong Probolinggo yang gemar menulis buku. (foto: Haliza) Perbesar

PENULIS: Firmadani Eka Puja Krisanti (20), santri PZH Genggong Probolinggo yang gemar menulis buku. (foto: Haliza)

Probolinggo,- Ditengah kesibukannya nyantri di pondok Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong Probolinggo, Firmadani Eka Puja Krisanti (20) masih bisa produktif menulis buku.

Dua buku fenomenal karya dara kelahiran 25 September 2003 silam ini, adalah ‘Pesan Kasih Firmadani’ dan ‘Jangan Protes Pada Proses’.

Remaja asal Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo ini bisa dibilang santri Genggong tulen. Sejak SMP hingga perguruan tinggi, ia habiskan di lembaga pendidikan naungan pesantren sembari nyantri.

Firda, panggilannya, mengaku menjadi penulis adalah salah satu cita-citanya sejak kecil. Karya tulis pertama yang sudah dicetak adalah buku berjudul ‘Pesan Kasih Firmadani.

Buku ini, secara spesifik berupa pesan moral kepada pembaca agar lebih luwes dalam memaknai kehidupan. Pembaca diajak untuk berdialektika dengan realita dari berbagai sudut pandang.

“Untuk karya buku yang kedua sedang proses dicetak. Buku ini berjudul ‘Jangan Protes Pada Proses’,” kata Firda Jum’at, (1/9/23).

Firda mengatakan, motivasi ia menulis adalah keyakinan bahwa penulis tidak pernah dilahirkan, tetapi ia diciptakan. Bakat menulis tidak dibawa sejak lahir, tetapi tumbuh karena motivasi dan inspirasi dari orang lain.

“Ketika saya akan menulis, saya selalu berkomitmen untuk melakukannya saat malam hari ketika kegiatan pesantren sudah selesai dilaksanakan. Jadi harus benar-benar bisa membagi waktu, antara giat pesantren, kuliah dan menulis,” ungkap remaja yang juga salah satu pengurus di PZH Genggong ini.

Putri tunggal pasangan suami-isteri, Ahmadi dan Susik, ini menyebut, dua mentor yang memotivasinya menjadi penulis adalah Asma Nadia (cerpenis) dan Najwan Nada (salah satu pengajar di PZH Genggong).

“Tujuan saya menulis adalah untuk memberi manfaat kepada orang lain. Menulis itu penting, karena dengan tulisan, kita bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkannya,” bebernya.

Firda menceritakan, ia ingat betul wejangan Nun Alex (Nun Hassan Ahsan Malik, red), kepala sekolahnya ketika masih duduk di bangku Madrasah Aliyah (MA) dulu. Dalam forum jurnalistik, Nun Alex pernah menyampaikan bahwa menulis adalah jihad.

Walau penulisnya sudah meninggal, namun nama dan karyanya akan tetap abadi dan menjadi kepingan sejarah yang tak terbantahkan.

Firda menyadari, ditengah semangatnya yang menggebu-gebu untuk menulis, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Diantaranya adalah kecepatan penyebaran informasi dan ragam konten tulisan yang tersebar via teknologi digital.

“Harapan saya kedepan, ingin menjadi orang yang lebih bermanfaat bagi sekitar. Karena masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan impian mereka” pungkas Firda.

Saat ini, Firda menempuh pendidikan di Universitas Zainul Hasan (UNZAH) Genggong. Di kampus putih itu, ia terlibat di Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) serta aktif menulis di Majalah Genggong. (*)

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris

4 April 2025 - 10:40 WIB

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai di Jember, Per Porsi Rp8 Ribu

18 Maret 2025 - 01:04 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Rakyat, Bupati Mulai Survei Sekolah dan Lahan

17 Maret 2025 - 12:05 WIB

Sebanyak 3.561 Pelajar Lumajang Putus Sekolah

11 Maret 2025 - 15:22 WIB

Pemkot Probolinggo Bakal Bangun SMPN 11, Siapkan Lahan di 3 Lokasi

6 Maret 2025 - 17:38 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Wabup Pasuruan Buka Segel, Siswa SDN Jeladri 1 Akhirnya Bisa Belajar di Sekolah

26 Februari 2025 - 15:53 WIB

Trending di Pendidikan