Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Peristiwa · 4 Sep 2023 15:39 WIB

Kebakaran Hutan di Lereng Semeru Berhasil Dipadamkan, Lalap 661 Hektar Lahan


					PADAM: Petugas gabungan saat memadamkan sisa api di wilayah TNBTS Kabupaten Lumajang. (foto: Asmadi) Perbesar

PADAM: Petugas gabungan saat memadamkan sisa api di wilayah TNBTS Kabupaten Lumajang. (foto: Asmadi)

Lumajang,- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang masuk wilayah Kabupaten Lumajang, akhirnya berhasil dipadamkan.

Meski sudah padam, namun para petugas gabungan masih terlihat dibeberapa titik lokasi kebakaran. Petugas mengawasi dan memastikan api benar-benar sudah padam.

“Khusus di wilayah Lumajang, titik api Karhutla kawasan TNBTS sudah tidak di temukan dan telah berhasil dipadamkan sejak 2 hari ini,” ucap Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Lumajang Reza Aditya, Senin (4/9/23).

Dikatakan Reza, ada 661 hektare lahan yang terbakar dibawah kaki Gunung Semeru. Titik kebakaran, awalnya berada di Blok Bantengan, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, yang kemudian menyebar ke wilayah lain.

Kebakaran terus meluas hingga Blok Watu Gede, Blok Jantur, kawasan wisata B29 atau ‘Negeri di Atas Awan’, hingga kawasan wisata P30, yang masuk wilayah Kabupaten Probolinggo.

Proses pemadaman, dijelaskan Reza, tidak lah mudah. Sejumlah kendala dihadapi petugas, mulai angin kencang, medan yang berat hingga minimnya sarana dan prasarana yang memadai.

“Saat kebakaran, kita tiap hari menurunkan sekitar 15 orang. Kemudian, BPBD juga dibantu oleh tim gabungan dari sejumlah unsur seperti Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ranupani, Ngadas dan Argosari, anggota TNI dan Polri,” urainya.

Sebelumnya, karhutla di kawasan TNBTS sisi Kabupaten Lumajang, sejak 30 Agustus lalu. Kebakaran ini tidak hanya merusak flora dan fauna namun juga membuat destinasi wisata B-29 ditutup. (*)

 

Editor: Mohamad S
Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa