Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Pemerintahan · 6 Sep 2023 22:52 WIB

Diterpa Isu Politik Uang Pilkades, Warga Lurug Kantor DPRD Lumajang


					WADUL: Massa calon kades gagal saat diskusi dengan Komisi A DPRD Lumajang. (foto: Asmadi) Perbesar

WADUL: Massa calon kades gagal saat diskusi dengan Komisi A DPRD Lumajang. (foto: Asmadi)

Lumajang,- Ratusan warga Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, melurug kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Rabu (6/9/23).

Warga datang untuk mengadukan dugaan kecurangan pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desanya. Di gedung dewan, massa ditemui oleh Komisi A DPRD Lumajang.

Salah satu koordinator aksi, Suwojo menjelaskan, ia meyakini ada politik uang dalam pilkades di desanya. Hal itu lah yang membuat ia dan 2 temannya tidak lolos dalam seleksi Pilkades.

“Saya pernah mendengar dari saudara saya, bahwa Camat Tempeh menelpon Sekda Lumajang berbicara tentang uang Rp150 juta,” kata Suwojo ditemui di kantor DPRD Lumajang.

Suwojo menjelaskan, ada salah satu calon kades yang telah menyediakan uang 150 juta. Uang itu digunakan untuk menggugurkan dirinya dan calon kades bernama Noto, saat tes tulis dimulai.

Setelah hasil tes tulis muncul, ternyata benar dirinya dan Noto tidak lolos dalam tes sebagai calon Kepala Desa.

“Berarti kan sangat jitu yang mengatur ini semua” tuding Suwojo singkat.

Sementara itu, Camat Tempeh, Abdillah Irsya mengungkapkan, Suwojo telah salah paham dan gagal memaknai obrolannya dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang.

“Karena saya telepon kepada pak Sekda dalam rangka menyampaikan isu-isu yang berkembang di Desa Tempeh Tengah, tentang perkembangan Pilkades,” ujarnya.

Salah satu isu yang kemudian dilaporkan kepada Sekda Probolinggo adalah beredar kabar bahwa salah satu bakal calon menyiapkan dana Rp150 juta agar bisa menjegal calon lain.

Akan tetapi, kata dia, kabar tersebut tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya dan hingga kini tidak ada bukti yang menguatkan jika kabar itu benar.

“Pak Suwojo salah paham, saya telepon Pak Sekda dalam rangka ingin laporan soal isu-isu yang muncul soal Pilkades Tempeh Tengah, bukan dalam rangka lobi-lobi,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Moh. Rochim

Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan