Menu

Mode Gelap
Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri Cegah Curanmor dan Curwan, Bupati Lumajang Akan Pasang PJU di Wilayah Utara

Peristiwa · 7 Sep 2023 22:25 WIB

Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno Meluas, Capai 4 Ribu Hektar Lebih


					KERJA KERAS: Upaya pemadaman api oleh petugas gabungan di hutan Gunung Arjuno. (foto: Moh. Rois) Perbesar

KERJA KERAS: Upaya pemadaman api oleh petugas gabungan di hutan Gunung Arjuno. (foto: Moh. Rois)

Pasuruan,- Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Arjuno hingga saat ini, Kamis (7/9/2023) belum berhasil dipadamkan. Kebakaran ini telah meluas hingga mencapai lebih dari 4 ribu hektar lahan.

Menurut Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, kondisi kebakaran di Tahura R Soerdjo itu masih sangat mengkhawatirkan.

“Kebakaran di tahura R Soerdjo saat ini luasnya mencapai 4 ribu hektar lebih. Upaya-upaya pemadaman telah dilakukan baik secara manual maupun dengan water bombing,” ungkap Sugeng.

Upaya pemadaman, dijelaskan Sugeng, berlangsung intensif, termasuk upaya water bombing yang telah melakukan pemadaman sebanyak 14 rit hari ini.

Selain itu, lebih dari 700 orang, termasuk relawan, anggota TNai/Polri, dan masyarakat sekitar turut ambil bagian dalam upaya pemadaman.

Namun, upaya pemadaman tidak terasa mudah. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah faktor cuaca.

“Kendala yang kami alami pada saat pemadaman yang pertama adalah faktor cuaca, karena kemarau sedang puncaknya, kemudian angin yang cukup kencang mengakibatkan lompatan api sulit diprediksi,” jelas Sugeng.

Tidak hanya itu, tebing-tebing yang tinggi di sekitar kawasan kebakaran juga menjadi tantangan serius dalam upaya pemadaman.

Tebing-tebing tersebut seringkali tidak memungkinkan untuk dijangkau dengan jalan kaki, yang membuat proses pemadaman semakin rumit.

Menurut Sugeng, dalam rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta BPBD Jawa Timur, BMKG menyampaikan bahwa pembuatan hujan buatan saat ini tidak memungkinkan.

“BMKG mengatakan bahwa tidak ada bibit awan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan hujan buatan saat ini, kemungkinan bisa dilakukan bulan Oktober,” pungkas dia. (*)

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Moh. Rochim

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Innalillahi! Mayat Lansia Perempuan Terdampar di Pantai Nyamplung Kobong Jember

3 April 2025 - 10:32 WIB

Diduga Rem Blong, Mobil Wisatawan dari Bromo Terbalik di Pasuruan

2 April 2025 - 18:46 WIB

Baru Saja Surut, Banjir Kembali Rendam Bandaran, Winongan

1 April 2025 - 17:13 WIB

Jelang Takbiran, Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan

30 Maret 2025 - 18:45 WIB

Hujan Deras, Banjir Rendam Winongan Pasuruan

29 Maret 2025 - 01:58 WIB

Disapu Puting Beliung, Rumah Warga Puspan Probolinggo Rata dengan Tanah

27 Maret 2025 - 17:31 WIB

Terseret Arus, Dua Remaja Hilang di Sungai Bedadung

26 Maret 2025 - 21:20 WIB

Usai Bertengkar dengan Istri, Pria di Pasuruan Jatuh ke Sungai dan Tewas

26 Maret 2025 - 14:05 WIB

Ular Pemangsa Ternak Sepanjang 4,5 Meter di Kota Probolinggo Akhirnya Ditangkap

24 Maret 2025 - 05:07 WIB

Trending di Peristiwa