Probolinggo – Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sedang membuka rekrutmen untuk formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tak tanggung-tanggung, PPPK yang dibutuhkan mencapai 1.231 orang.
Dari 1.231 PPPK yang dibutuhkan, formasi untuk Tenaga Guru menjadi yang terbanyak dibutuhkan dengan jumlah 658 orang. Sedangkan untuk Tenaga Kesehatan, dibutuhkan 450 orang. 123 formasi sisanya, diperuntukkan untuk PPPK Tenaga Teknis.
Tak hanya itu, daritotal 1.231 PPPK yang dibutuhkan, Pemkab hanya menyediakan 24 formasi untuk kaum disabilitas. Hal ini pun mendapatkan respon dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Probolinggo.
“Dengan kuota 24 untuk teman-teman disabilitas kami nilai sudah cukup. Karena untuk SDM (Sumber Daya Manusia, Red.) teman-teman sendiri masih kurang,” kata Ketua Pertuni Kabupaten Probolinggo, Muhammad Anshori, Selasa (26/9/2023).
Anshori pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah, karena sudah menyediakan kuota bagi kaum disabilitas dalam rekrutmen PPPK. Meski begitu, ia berharap dalam rekrutmen-rekrutmen PPPK selanjutnya, pemerintah dapat menambah kuota bagi disabilitas.
“Terima kasih sudah menyiapkan tempat bagi disabilitas. Tapi seiring berkembangnya SDM teman-teman disabilitas, ke depan kami harap ada tambahan kuota,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto mengatakan, saat ini pihaknya hanya bisa menyediakan 24 kuota dalam rekrutmen PPPK bagi kaum disabilitas. Pasalnya, sesuai dengan regulasi yang ada, pendaftar disabilitas diberi alokasi sebanyak dua persen dari total formasi yang dibutuhkan.
“Kami memberikan kesempatan bagi saudara-saudara kami yang disabilitas untuk berkarir di pemerintah daerah. Dan mudah-mudahan, ini menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kami yang disabilitas untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuannya,” ujarnya. (*)
Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.