Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Pendidikan · 26 Sep 2023 16:24 WIB

Saat BPBD Lumajang Ajari Pelajar SMP Teknik Mountaineering, Apa Itu?


					MOUNTAINEERING: Anggota BPBD Lumajang saat mengajari siswa SMPN 2 Gucialit praktik mountaineering. (foto: Asmadi). Perbesar

MOUNTAINEERING: Anggota BPBD Lumajang saat mengajari siswa SMPN 2 Gucialit praktik mountaineering. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, mengajak ratusan siswa-siswi SMPN 2 Gucilalit untuk mengikuti kegiatan memacu adrenalin menuruni ketinggian dengan media tali karmantel dari atas ke bawah.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu praktik dari materi ‘mountaineering‘ yang berasal dari kata dasar mountain. Secara harfiah, mountain memiliki arti gunung.

Secara sederhana, istilah ini dapat diartikan sebagai serangkaian aktivitas atau kegiatan pendakian yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang. Aktivitas yang dimaksud biasanya bertujuan untuk mencapai satu titik tertentu, dan melewati berbagai kondisi alam di lintasannya.

“Ini sebuah kolaborasi, mengajak anak-anak untuk melakukan kegiatan yang langsung bersinggungan dengan alam yang bermanfaat. Kegiatan outdoor yang melatih konsentrasi, melatih keberanian, dan kekuatan fisik, tentunya sangat bermanfaat,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudi Cahyono, Selasa (26/9/23).

Yudi menjelaskan, kegiatan repling dilakukan di wilayah yang berdekatan dengan SMPN 3 Gucialit yang kondisi geografisnya berada di wilayah pegunungan.

“Ada 180 siswa-siswi SMPN 2 Gucialit yang diajak bergantian menuruni ketinggian. Hal itu dilakukan untuk memperkuat fisik mereka,” tambah dia.

Menurutnya, praktik gerakan dan aktivitas yang dilakukan dalam pendakian gunung akan mengacu pada beberapa teknik dasar dan dengan menerapkan materi-materi yang dibutuhkan selama pendakian, sehingga untuk pendaki pemula akan sangat baik bila memiliki pemahaman atas teknik-teknik ini.

“Dengan adanya materi mountaineering, pendakian dan hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari,” ungkapnya.

Yudi berharap kegiatan Repling yang sudah dilaksanakan bisa bermanfaat untuk masa depan. “Keseruan saat bermain repling juga bisa menjadi pengalaman yang tidak akan bisa dilupakan para siswa siswi SMPN 2 Gucialit,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris

4 April 2025 - 10:40 WIB

Bupati Lumajang Siapkan 6 Hektar Lahan untuk Lokasi Sekolah Rakyat

1 April 2025 - 18:23 WIB

Eks Kantor Pemkab Pasuruan Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat

30 Maret 2025 - 15:43 WIB

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Makan Bergizi Gratis Dimulai di Jember, Per Porsi Rp8 Ribu

18 Maret 2025 - 01:04 WIB

Pemkab Probolinggo Siapkan Sekolah Rakyat, Bupati Mulai Survei Sekolah dan Lahan

17 Maret 2025 - 12:05 WIB

Trending di Pendidikan