Menu

Mode Gelap
Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam Probolinggo Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Sambangi Bupati Gus Haris Lebaran Ceria di Gapuro Cafe, Nikmati Suasana Alam Bersama Keluarga Momentum Lebaran, Perhiasan Emas Imitasi di Kota Probolinggo Diburu Warga Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

Nasional · 30 Sep 2023 22:32 WIB

4,8 Juta Warga Indonesia jadi PMI, 105,9 Ribu Kena Deportasi


					PEDULI PMI: Kepala BP2MI, Benny Ramdhani, saat memberikan sosialisasi tentang PMI di Ponpes Metal Rejoso, Pasuruan. (foto: Moh. Rois) Perbesar

PEDULI PMI: Kepala BP2MI, Benny Ramdhani, saat memberikan sosialisasi tentang PMI di Ponpes Metal Rejoso, Pasuruan. (foto: Moh. Rois)

Pasuruan,- Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Ramdhani, mengunjungi Pondok Pesantren Metal Muslim Al Hidayat di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (30/9/2023) petang. Kunjungan ini dilakukan untuk sosialisasi tentang pencegahan tindak pidana perdagangan orang yang dapat merugikan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dalam sambutannya di hadapan sejumlah undangan, yang mayoritas adalah ibu-ibu, Benny menyampaikan bahwa Jawa Timur telah menjadi provinsi kedua tertinggi di tanah air dalam kontribusi pekerja migran ke luar negeri.

“Jawa Timur telah menjadi provinsi kedua tertinggi dalam kontribusi pekerja migran ke luar negeri,” kata Benny Ramdhani.

Para pekerja migran ini juga berperan penting dalam menyumbangkan devisa negara, dengan total sekitar Rp 159,6 triliun selama satu tahun.

Namun, di sisi lain, PMI masih sering dihadapkan dengan profesi yang dianggap memiliki martabat rendah, terutama para pekerja migran ilegal yang rentan mengalami pelanggaran hak asasi manusia, mulai dari risiko kekerasan fisik, seksual, psikis, hingga ketidakbayaran atau penjualan oleh majikan di luar negeri.

Untuk mengatasi masalah ini, BP2MI aktif melakukan sosialisasi dan mendorong peran serta pemerintah daerah. Benny menekankan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, peran serta pemerintah daerah sudah diatur dengan rinci, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kota, hingga tingkat desa.

“Peran serta pemerintah daerah sangat penting dalam menyediakan sosialisasi kepada masyarakat, memberikan edukasi, dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan serta kemampuan kerja para pekerja migran,” tambah Benny.

Pengasuh Pondok Pesantren Metal Muslim Al Hidayat, KH Nurkholis Al Maulani, menyambut baik sosialisasi ini dan berkomitmen untuk mendukung peningkatan mutu dan kualitas para pekerja migran, terutama di wilayah Pasuruan.

“Pondok Pesantren Metal juga berencana untuk menyediakan fasilitas edukasi bagi masyarakat yang tertarik menjadi pekerja migran, memberikan informasi tentang cara menjadi pekerja migran profesional dan legal, serta menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan calon pekerja migran,” jelasnya.

Berdasarkan data BP2MI, jumlah pekerja migran Indonesia di luar negeri saat ini mencapai lebih dari 4,8 juta jiwa, dengan Jawa Timur menjadi provinsi terbanyak kedua di Indonesia.

Selama tiga tahun terakhir, BP2MI mencatat lebih dari 105,9 ribu pekerja migran yang dideportasi, 2.336 pekerja migran yang meninggal di luar negeri, dan 3.602 pekerja migran yang dipulangkan dengan kondisi cacat fisik maupun psikis. (*)

 

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hari ke-6 Ramadhan, Harga Komoditas Cabai Turun, Namun Masih Dikeluhkan

6 Maret 2025 - 14:56 WIB

Sekolah Rakyat Dibuka Tahun Ini, Mensos Gus Ipul: Dimulai dari SMA

4 Maret 2025 - 18:28 WIB

Demo ‘Indonesia Gelap’ di Jember, Mahasiswa Tolak Efisiensi Anggaran

21 Februari 2025 - 20:06 WIB

Catat! Serangan Digital pada Perusahaan Media Siber Merupakan Bentuk Kekerasan terhadap Pers

21 Februari 2025 - 13:08 WIB

Gus Haris – Ra Fahmi Gladi Kotor di Monas Jelang Pelantikan

18 Februari 2025 - 15:42 WIB

Baru Sehari Uji Coba, Program MBG di Kota Probolinggo Dihentikan

18 Februari 2025 - 13:54 WIB

Pisang Mas Kirana Lumajang Tembus Pasar Global

9 Februari 2025 - 09:43 WIB

Pakar Geologi Sarankan Warga Terdampak Tanah Bergerak di Pasuruan untuk Pindah

2 Februari 2025 - 19:10 WIB

Sambut Ramadhan, SOYJOY Suguhkan Varian Baru Kurma Nastar

31 Januari 2025 - 14:04 WIB

Trending di Nasional