Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Pemerintahan · 7 Okt 2023 16:10 WIB

Anjuran Mendagri, Probolinggo Siap Konsumsi Singkong


					Singkong. Perbesar

Singkong.

Probolinggo – Beberapa hari yang lalu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta masyarakat untuk mulai mengkonsumsi ubi, singkong, papeda, dan jagung. Hal itu sebagai pengganti beras yang harganya melonjak.

Di Kota Probolinggo tidak sulit mendapatkan singkong sebagai alternatif pengganti beras. Sebab tanaman rakyat itu terhampar sekitar satu hektare (ha).

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo pun mengimbau, warga mengurangi mengonsumsi nasi.

Seperti diketahui, imbauan Mendagri itu sebagai respon naiknya harga beras saat ini. Sisi lain karbohidrat yang terkandung dalam ubi, singkong, papeda, dan jagung jumlahnya tak kalah dengan karbohidrat pada nasi.

Terkait hal ini, Kepala DPKPP Kota Probolinggo, Aries Santoso mengatakan, mengonsumsi ubi, singkong, papeda, dan jagung merupakan salah satu solusi untuk mengurangi kecenderungan mengonsumsi beras.

Tingginya harga beras ini karena musim kemarau dampak dari fenomena El Nino, sehingga produksi beras di tingkat petani cenderung menurun.

“Jadi selain itu, DPKPP juga telah berupaya di antaranya, operasi pasar serta stabilisasi pasokan dan harga pangan oleh DKUP dan Bulog, gerakan pangan murah, serta bantuan pangan beras,” ujarnya.

Terkait solusi untuk mengonsumsi ubi, singkong, papeda, dan jagung, Kota Probolinggo berdasarkan data tahun 2022 memiliki lahan pertanian singkong atau tegalan, di Kelurahan Kedunggaleng dengan luas sekitar satu hektare.

Dari total luas tersebut, produksi singkong mencapai 15 ton. Ada kelurahan lain yang juga memiliki lahan tegalan singkong yakni, di Kelurahan Wonoasih.

“Dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, maka kami mengimbau, warga juga mengonsumsi ubi, singkong, hingga jagung sebagai pengganti beras,” kata Aris. (*)

 

Editor: Ikhsan MahmudiP

ublisher: Zainul Hasan R.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan