Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Lingkungan · 7 Okt 2023 19:01 WIB

Diduga Tercemar Limbah Pabrik, Sungai Welang Pasuruan Sebabkan Gatal-gatal


					TERCEMAR: Sungai Warati didiga tercemar limbah pabrik dan airnya menyebabkan gatal-gatal pada kulit. (foto: Moh. Rois) Perbesar

TERCEMAR: Sungai Warati didiga tercemar limbah pabrik dan airnya menyebabkan gatal-gatal pada kulit. (foto: Moh. Rois)

Pasuruan,- Sungai Welang di Desa Wrati dan Desa Pacar Keling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, kondisinya memprihatinkan. Sungai tersebut diduga tercemar akibat pembuangan limbah pabrik, sehingga menyebabkan bau busuk bahkan airnya menyebabkan gatal-gatal.

Pantauan langsung di lokasi, air Sungai di desa itu terlihat berwarna hijau. Warga sekitar sangat menduga bahwa bau busuk yang menyengat berasal dari pembuangan limbah pabrik di sekitar sungai.

“Ini mungkin akibat pabrik yang membuang limbah ke sungai ini,” kata Hartono, seorang warga Desa Pacar Keling kepada PANTURA7.com, Sabtu (7/10/2023) sore.

Hartono melaporkan bahwa masalah ini sudah berlangsung sekitar tiga bulan yang lalu. Baunya sangat tajam hingga ke kampung. Bahkan beberapa warga merasa sangat tidak nyaman hingga merasa mual karena mencium bau busuk tersebut.

“Baunya sangat menyengat, bahkan warga banyak yang mau muntah,” kata Hartono.

Afandi, warga lainnya, juga mengatakan hal yang sama. Ia mengungkapkan bahwa bau tak sedap ini terasa lebih kuat terutama pada sore hari hingga dini hari. Sebelumnya, sungai ini digunakan oleh warga setempat untuk mencuci dan mandi, tetapi semenjak sungai tercemar limbah pabrik, warga sudah tidak berani lagi melakukan aktivitas tersebut di sungai.

Tidak hanya itu, gangguan kesehatan juga dirasakan oleh anak-anak, dengan beberapa di antaranya mengalami gatal-gatal setelah mandi di sungai. Selain itu, warga juga menyaksikan sejumlah ikan mati di sungai tersebut, mengindikasikan tingkat pencemaran yang signifikan.

“Kalau anak anak kan sulit dibilangi, tidak boleh mandi mandi saja, pulang pulang gatal,”

Afandi berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan tegas terhadap pabrik yang diduga sebagai sumber pencemaran ini.

“Harapannya, sungai ini bisa kembali bersih dan aman untuk digunakan sebagai tempat mandi dan mencuci pakaian oleh warga setempat,” harapannya. (*)

 

Editor: Mohamad S.

 

Artikel ini telah dibaca 173 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim

4 April 2025 - 21:06 WIB

Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru

4 April 2025 - 20:50 WIB

Viral Video Wisatawan Turun di Area Terlarang Taman Safari Prigen, Ini Respons Manajemen

3 April 2025 - 17:23 WIB

H+2 Lebaran, Menteri PU Tinjau Tol Probowangi, ini Temuannya

3 April 2025 - 03:13 WIB

Anggaran Terbatas, Pemkab Probolinggo Bakal Tetap Perbaiki Jalan Rusak Krucil

2 April 2025 - 14:54 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, BMKG Imbau Pemudik Waspada

29 Maret 2025 - 15:58 WIB

Ada Tradisi Petolekoran, Patroli Laut Utara Probolinggo Diperketat

27 Maret 2025 - 20:10 WIB

Pembangunan Kampus Unej di Lumajang Dilanjutkan, Bahkan Ditargetkan Selesai 2026

27 Maret 2025 - 18:39 WIB

Sambut Lebaran 2025, Polisi di Probolinggo Dirikan Enam Pos Pelayanan

26 Maret 2025 - 18:12 WIB

Trending di Lingkungan