Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Berita Pantura · 14 Okt 2023 08:11 WIB

Motif Perampokan Bersenpi di Lumajang; Gagal Terpilih, Cakades Sewa Perampok Tebar Teror


					 BAYARAN: Tiga pelaku perampokan yang ditangkap Polres Lumajang merupakan perampok bayaran. (foto: Asmadi). Perbesar

BAYARAN: Tiga pelaku perampokan yang ditangkap Polres Lumajang merupakan perampok bayaran. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Perampokan di rumah Andri Fahruzi, warga Desa Bedayu, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, ternyata dipicu sakit hati. Tetangga korban, Samsidin, kecewa pasca gagal terpilih sebagai Kades PAW lalu menyewa kompotan perampok untuk meneror warga.

Fakta itu terungkap setelah Polres Lumajang meringkus tiga orang yang diduga sebagai pelaku perampokan. Pelaku seluruhnya berjumlah 7 orang dan 4 orang lainnya masih buron.

Tiga pelaku yang tertangkap adalah Jon atau Sarip Salim, warga Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo; Parman, warga Desa Bedayu, Kecamatan Senduro, dan Hajer, warga Desa Sawaran Lor, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.

Dari hasil interogasi kepada ketiga pelaku, diketahui bahwa otak perampokan adalah Samsidin. Ia adalah calon Kepala Desa Bedayu melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Dalang dari semua perampokan ini adalah Samsidin calon PAW kades yang tidak jadi. Samsidin statusnya saat ini masuk DPO (Daftar Pencarian Orang, red),” kata Kapolres Lumajang AKBP Boy Jackson Situmorang saat konferensi pers, Jumat (13/10/2023).

Motifnya, komplotan Jon diminta untuk membuat teror oleh Samsidin, yang tidak terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (Pilkades PAW) di Desa Bedayu.

“Komplotan ini diberi imbalan uang oleh DPO Samsidin sebesar Rp500 ribu,” ungkap Kapolres.

Polres Lumajang masih punya Pekerjaan Rumah (P-R), untuk menangkap 4 pelaku lain, yang masuk DPO. Empat buron itu adalah Samsidin, M-S, dan S-H dan H-S.

“Kepada para DPO, diharapkan untuk segera menyerahkan diri ke Polsek terdekat. Terutama Samsidin, lebih bagus untuk segera menyerahkan diri,” imbau Kapolres.

Sekedar diketahui, perampokan ini terjadi pada tanggal 1 Oktober 2023 lalu. Komplotan pria bersenjata tajam dan senjata api, menyatroni rumah kader Karang Taruna Lumajang, Andri Fahruzi.

Akibat kejadian ini, uang tunai,. sejumlah perhiasan emas dan dua motor korban amblas dibawa kabur pelaku. Selain kehilangan harta benda, korban juga mengalami trauma. (*)

 

 

Editor: Mohamad S
Publisher: Moh. Rochim

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kedapatan Mencuri di Bus, Pria Asal Jember Diamankan Penumpang Bus di Pasuruan

23 Maret 2025 - 22:10 WIB

Tanaman Ganja Dilarang tapi Tumbuh Subur di Lumajang

23 Maret 2025 - 17:05 WIB

Penemuan Ribuan Koin Kuno di Pasuruan Segera Diteliti

28 Januari 2025 - 16:44 WIB

Target PAD Lumajang Melalui Pajak Sebesar Rp170 Miliar

3 Januari 2025 - 11:03 WIB

Pendapatan PBB-P2 Belum Maksimal, BPRD Lumajang Akan Grebeg Desa yang Capaiannya Rendah

2 Januari 2025 - 16:13 WIB

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Nataru, KAI Daop 9 Jember Operasikan Satu KA Tambahan

25 Desember 2024 - 13:27 WIB

Balos Tampilkan Karakteristik Batik Khas Lumajang

22 Desember 2024 - 15:50 WIB

Diguyur Hujan Deras, Gelora Merdeka Kraksaan Banjir

16 Desember 2024 - 18:19 WIB

Banjir Tahunan Resahkan Warga Pasuruan, Dewan Desak Pemprov Jatim Segera Normalisasi Sungai

16 Desember 2024 - 13:20 WIB

Trending di Berita Pantura