Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Hukum & Kriminal · 16 Okt 2023 16:15 WIB

Ngaku Tertipu Arisan Bodong, Emak-emak di Kota Pasuruan Lapor Polisi, Kerugian Rp3 M


					MELAPOR: Sejumlah emak-emak yang mengaku korban arisan bodong, melaporkan pemilik arisan ke Polres Pasuruan Kota. (foto: Moh. Rois). Perbesar

MELAPOR: Sejumlah emak-emak yang mengaku korban arisan bodong, melaporkan pemilik arisan ke Polres Pasuruan Kota. (foto: Moh. Rois).

Pasuruan,- Sejumlah emak-emak yang mengaku korban arisan bodong, melapor ke Polres Pasuruan Kota, Senin (16/10/23) siang. Mereka melaporkan pemilik arisan yang menghilang sejak awal Oktober 2023, dengan endapan dana diperkirakan sekitar Rp3 miliar.

Para korban sebagian besar adalah Ibu Rumah Tangga (IRT). Mereka mengaku mengalami kerugian mulai dari Rp1 juta hingga ratusan juta akibat arisan ini.

Salah satu korban, Ika Romadiani, menyebut bahwa ibu-ibu yang melapor ini telah tertipu arisan bodong. Mereka tergiur oleh keuntungan yang besar dalam waktu singkat.

Awalnya para korban ditawari untuk membeli arisan seharga Rp1 juta, dengan janji bahwa dalam jangka waktu 4 hingga 7 hari uang tersebut akan kembali menjadi Rp1,3 juta.

“Ada juga yang VIP, itu Rp10 juta, nanti dapat keuntungan Rp15 juta,” kata Ika kepada wartawan.

Selama ini, dijelaskan Ika, keuntungan hanya diumumkan saja tanpa dicairkan. Kemudian oleh pemilik, mereka ditawari untuk menambahkan uang keuntungan ke dalam arisan.

Karena sudah saling percaya dan terlena keuntungan besar, para korban pun menambahkan uangnya. Ada harapan bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Namun mulai tanggal 12 Oktober 2023, ketika para korban meminta keuntungannya, pemilik arisan tidak bisa mencairkan, malah ia menghindar. Alhasil, para korban geram dan melapor ke Polres Pasuruan Kota.

“Total korban ada 93 orang, mulai dari Rp1 juta hingga Rp800 juta. Saya sendiri Rp11 juta. Jika di total semua kerugian mecapai Rp3 milyar,” jelas Ika.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Makung Ismoyo Jati mengatakan, penyidik Polres Pasuruan Kota akan mendalami kasus ini. Dari laporan yang diterima dari para korban, diduga kuat ada unsur penipuan dalam kasus arisan itu.

Menurut Makung, para korban telah menyerahkan sejumlah uang dengan janji-janji mendapatkan keuntungan. Namun faktanya, bukannya untung justru emak-emak itu buntung.

“Ini akan kami dalami. Kepada ibu-ibu yang pernah memberikan modal kepada terlapor, silakan melaporkan bersama-sama, nanti kita akan tindak lanjuti,” janji Makung. (*)

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

4 April 2025 - 13:57 WIB

Viral Petasan di Pasuruan, Polisi Amankan 4 Terduga Pelaku

3 April 2025 - 16:34 WIB

Lama Terbengkalai, Fasilitas Gedung Kampus Unej Jember Hilang Dicuri

3 April 2025 - 12:53 WIB

Edi Buron Ganja Diduga Masih Berkeliaran di Lumajang

2 April 2025 - 15:41 WIB

Polres Pasuruan Kota Gerebek Penjual Miras di Panggungrejo

30 Maret 2025 - 19:43 WIB

Razia Malam di Kota Pasuruan, Puluhan Kendaraan Disita, Empat Remaja Positif Narkoba

30 Maret 2025 - 19:29 WIB

Terdakwa Pencurian Motor di Pasuruan Dibebaskan, Bisa Rayakan Lebaran Bersama Keluarga

27 Maret 2025 - 17:13 WIB

Jelang Lebaran, Kades di Jember jadi Korban Pemerasan Oknum LSM

27 Maret 2025 - 04:51 WIB

Seekor Kerbau di Lumajang Dicuri dan Dimutilasi

26 Maret 2025 - 17:06 WIB

Trending di Hukum & Kriminal