Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Ekonomi · 27 Okt 2023 16:22 WIB

Saat Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, Kesemsem Pisang Agung Semeru Lumajang


					KESEMSEM: Pembina Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Iriana Joko Widodo ditemani Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Emil Dardak, melihat Pisang Agung yang dipamerkan Dekranasda Kab. Lumajang. (foto: Asmadi). Perbesar

KESEMSEM: Pembina Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Iriana Joko Widodo ditemani Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Emil Dardak, melihat Pisang Agung yang dipamerkan Dekranasda Kab. Lumajang. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, ternyata terkesan dengan Pisang Agung Semeru berikut keripik olahannya yang ditampilkan Dekranasda Kabupaten Lumajang dalam Pameran Produk Binaan Dekranasda di Jawa Timur di Surabaya Kriya Gallery (SKG), Kamis (26/10/23) kemarin.

Iriana, yang merupakan Pembina Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) langsung terpikat begitu tiba di stand Dekranasda Kabupaten Lumajang. Ia bahkan berbincang lama dengan Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Emil Dardak, perihal keistimewaan pisang khas Lumajang itu.

“Alhamdulillah, beliau (Ibu Iriana Jokowi, red) dan Ibu Arumi Emil Dardak terpikat dengan Pisang Agung dan camilan kami, Keripik Pisang Agung karena ini memang keripik yang menggunakan Pisang Agung khas Kabupaten Lumajang,” cerita Pj. Ketua Dekranasda Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono, Jumat (27/10/23).

Seperti diketahui, Kabupaten Lumajang merupakan salah satu daerah penghasil pisang terbesar di Indonesia. Kabupaten Lumajang yang berada di bawah kaki Gunung Semeru ini memiliki beberapa jenis Pisang.

Salah satu pisang andalannya adalah Pisang Agung Semeru, yang memiliki ukuran besar dan panjang. Selain itu, ada Pisang Pakak Kresek Majang yang dikenal berkat tekstur daging buahnya yang lembut dan manis.

Khusus Pisang Agung Lumajang, imbuh Rahayu, memang memiliki daya tarik sendiri. Sebab pisang ini tidak hanya istimewa secara fisik namun juga bisa diolah menjadi berbagai makanan olahan, seperti kue, tepung, keripik dan lain-lain.

“Potensi Pisang Agung di Kabupaten Lumajang sangat luar biasa, bahan bakunya melimpah, dan olahan hasil keripik yang diproduksi menggunakan Pisang Agung agung memberikan daya tarik tersendiri,” tambahnya.

Rahayu berharap, dengan kehadiran wanita nomor satu di negeri ini, produk-produk dekranasda bisa lebih dikenal oleh masyarakat. Selain itu, diharapkan juga bisa menjadi suntikan motivasi bagi pelaku UMKM binaan Dekranasda.

“Harapannya, dengan adanya kunjungan maupun pameran produk ini, kedepannya produk dekranasda bisa lebih maju, lebih bisa dikenal, juga bisa lebih mandiri, terutama dalam proses pemasarannya,” pungkas dia. (*)

 

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Moh. Rochim

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi