Menu

Mode Gelap
Wisata Kuliner Lebaran, Menyantap Bakso Kabut di Jember Gunung Bromo Disesaki Wisatawan, Polres Probolinggo Jamin Keamanan Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya

Regional · 30 Nov 2023 17:17 WIB

Belum Musim Tanam, Harga Bibit Bawang Merah Anjlok


					MURAH: Bibit bawang merah di salah satu gudang di Pasar Bawang Dringu Probolinggo. (foto: Hafiz Rozani). Perbesar

MURAH: Bibit bawang merah di salah satu gudang di Pasar Bawang Dringu Probolinggo. (foto: Hafiz Rozani).

Probolinggo,- Musim pancaroba yang masih disertai cuaca panas membuat harga bibit bawang merah terus menurun. Karena harganya yang turun hingga Rp16 ribu perkilogram, para penjual terpaksa tidak menjualnya dan lebih memilik menyimpannya di gudang.

Sejak beberapa waktu yang lalu, harga bibit bawang merah ini terus menurun. Yang semula Rp30 ribu per kilogram, kini menjadi Rp16 ribu per kilogram.

Kondisi ini membuat pedagang merugi, pasalnya biasanya memasuki musim penghujan, harga bibit bawang merah ini mahal, serta banyak dicari.

Pedagang bawang merah yang juga penjual bibit bawang merah, Muhasin mengungkapkan, normalnya, harga bibit bawang merah ini mencapai Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, Hal ini karena cuaca panas yang mana banyak petani tidak menanam bawang merah.

“Total saya punya sekitar 15 kuintal, karena harganya murah, untuk sementara saya simpan di gudang, sembari menunggu harga bagus, dan pembeli,” ujarnya, Kamis (30/11/23).

Meski disimpan, Muhasin tetap menjual bibit bawang merah yang dimilikinya secara eceran, untuk kebutuhan memasak. Hal ini agar bibit yang usianya dua hingga tiga bulan ini tetap bisa terjual.

“Agar bisa laku, bibit bawang merah yang saya simpan ini saya jual eceran untuk dibuat sayur masyarakat,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Pasar Bawang, Dringu, Sugiono mengungkapkan, saat ini terjadi penurunan pasokan bawang merah di gudang-gudang yang berada di pasar bawang. Penurunannya mencapai 40 persen dari saat musim panen.

Penurunan ini terjadi karena banyak petani yang tidak menanam bawang merah karena musim panas, yang diketahui mempengaruhi tanaman bawang.

“Menurunnya pasokan di pasar bawang hingga 40 persen juga mempengaruhi untuk pengiriman bawang merah keluar kota, namun untuk kebutuhan bawang merah bagi masyarakat Probolinggo masih mencukupi hingga tahun baru,” ujarnya. (*)

 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hadapi Puncak Arus Balik, ini Antisipasi KAI Daop 9 Jember

5 April 2025 - 20:16 WIB

Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu

5 April 2025 - 17:10 WIB

KAI Jember Siagakan Layanan Kesehatan untuk Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

3 April 2025 - 12:38 WIB

Libur Panjang, Berikut Tips Memilih Liburan saat Lebaran

1 April 2025 - 17:30 WIB

Masih jadi Favorit, 95.585 Pemudik Gunakan KA Saat Lebaran 2025

30 Maret 2025 - 19:57 WIB

Libur Panjang Lebaran, Mobil Dinas Pemkab Probolinggo Dikandangkan

30 Maret 2025 - 15:16 WIB

Penyelenggaraan Haji Bakal Dikelola BP Haji, Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania Beri Pesan Khusus

29 Maret 2025 - 19:55 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 di Jember, Sehari Tembus 10.482 Penumpang KA

28 Maret 2025 - 20:33 WIB

Mudik Gratis di Pasuruan, Ratusan Warga Berangkat Pulang Kampung Hari Ini

28 Maret 2025 - 15:52 WIB

Trending di Regional