Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Ekonomi · 31 Jan 2024 18:55 WIB

Mendag Zulhas Motori Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo jadi Pasar Tematik Wisata


					dimulai dengan peletakan batu pertama oleh
REVITALISASI: Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (tengah) saat menghadiri peletakan batu pertama revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo jadi Pasar Tematik Wisata, Rabu (31/1/24) sore. (foto: Moh. Rois). Perbesar

dimulai dengan peletakan batu pertama oleh REVITALISASI: Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (tengah) saat menghadiri peletakan batu pertama revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo jadi Pasar Tematik Wisata, Rabu (31/1/24) sore. (foto: Moh. Rois).

Pasuruan,- Pasar Wisata Cheng Hoo di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, kini akan menjalani proses revitalisasi menjadi Pasar Tematik Wisata Cheng Hoo.

Proses dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas), Rabu (31/1/24) sore.

Mendag Zulhas mengaku ia sangat mendukung proyek ini dan berharap dapat memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

Menurut Zulhas, tahun ini ada 2 pasar tematik yang mendapatkan kucuran dana dari kementerian perdagangan, yaitu Lampung dan Pasuruan.

“Untuk pasar tematik di Pasuruan ini, anggarannya mencapai Rp 60 miliar,” kata Zulhas.

Dijelaskan Zulhas, Pasar Cheng Hoo terpilih karena keberadaan masjid, kekayaan budaya, dan area peristirahatan yang menarik.

Selain itu, Kabupaten Pasuruan sendiri memiliki potensi wisata yang besar dan menuju akses utama menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

“Pembangunan ini targetnya bulan September sudah selesai, paling lambat ya bulan Oktober,” jelas Zulhas.

Zulhas berharap, setelah revitalisasi selesai, Pasar Tematik Wisata Cheng Hoo dapat menjadi daya tarik wisata baru, sehingga ekonomi di kawasan itu semakin tumbuh.

“Saya berharap nanti banyak orang berkunjung ke sini, sehingga ekonomi dan pelaku UMKM berkembang, hotel banyak yang ngisi, itulah tujuannya,” harap dia.

Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto, menjelaskan bahwa Pasar Cheng Hoo yang direvitalisasi akan menawarkan pengalaman wisata menyeluruh, menggabungkan aspek religi, budaya, dan perdagangan.

“Rencananya, akan ada penambahan kios, yang awalnya 165 menjadi 330 kios. Selain itu nanti ada tempat informasi, dan taman budaya. Nanti budaya-budaya di sini akan dipamerkan pada hari-hari tertentu,” beber Andriyanto. (*)

 

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kebutuhan Melonjak Menjelang Lebaran, Stok LPG di Jember Dipastikan Aman

30 Maret 2025 - 05:45 WIB

Jelang Lebaran Stok BBM dan LPG di Lumajang Dipertanyakan

26 Maret 2025 - 11:20 WIB

Berdayakan Pedagang Sayur Lokal, Pemkab Jember Luncurkan ‘Mlijo Cinta’

24 Maret 2025 - 21:37 WIB

Menjelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Lumajang Naik

23 Maret 2025 - 16:25 WIB

Tersaingi Pasar Online, Pedagang Pakaian di Plaza Lumajang Sepi Pembeli

18 Maret 2025 - 15:50 WIB

Sejarah Panjang Lumajang, dari Petani hingga Bentuk Koperasi Lawan Monopoli Perdagangan Belanda

16 Maret 2025 - 11:11 WIB

Awal Tahun, BPS Sebut Kabupaten Jember Alami Deflasi

12 Maret 2025 - 19:33 WIB

Pekan Kedua Ramadan, Harga Telur Ayam di Lumajang Tembus Rp35 Ribu/Kg

12 Maret 2025 - 16:12 WIB

Bulan Puasa, Pesanan Madu Klanceng Semakin Kenceng

10 Maret 2025 - 13:01 WIB

Trending di Ekonomi