Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Pemerintahan · 7 Feb 2024 17:23 WIB

Gunung Semeru Terus Fluktuatif, BPBD Lumajang Siapkan 10 Ribu Masker


					FLUKTUATIF: Kondisi Gunung Semeru di Kab. Lumajang masih fluktuatif sehingga berpotensi kembali erupsi. (foto: dok) Perbesar

FLUKTUATIF: Kondisi Gunung Semeru di Kab. Lumajang masih fluktuatif sehingga berpotensi kembali erupsi. (foto: dok)

Lumajang,- Sebanyak 10 ribu masker disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya hujan abu vulkanik jika Gunung Semeru kembali erupsi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi, saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Selasa (5/2/2024).

“Stok masker di BPBD Lumajang sekitar 10.000 masker untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi hujan abu vulkanik saat erupsi, sehingga siap didistribusikan apabila diperlukan,” kata Wawan.

Lebih lanjut Wawan menjelaskan, pada hari Selasa kemarin, tepatnya pukul 05.52 WIB dan 07.30 WIB, Gunung Semeru telah mengalami erupsi atau letusan sebanyak dua kali.

Pada saat itu, imbuh dia, abu vulkanik menyembur dengan ketinggian 1000 meter diatas puncak Jogring Saloko. Teramati kolom abu vulkanik berwarna putih, kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal ke arah timur laut.

“Namun hingga saat ini erupsi Gunung Semeru masih sangat aman,” tegas dia.

Menurut Wawan, saat ini status Gunung Semeru masih berada di Level lll atau siaga. Oleh karenanya, BPBD Lumajang tetap menghimbau masyarakat disekitar lereng Gunung Semeru tidak melakukan aktifitas apapu di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” pungkasnya. (*)

 

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menjelang Lebaran, Pemkab Jember Jamin Stok Daging Sapi Aman

23 Maret 2025 - 20:21 WIB

Dua OPD di Jember Bakal Digabung demi Efisiensi, Tuai Penolakan

22 Maret 2025 - 03:30 WIB

Ketua DPRD Dukung Program Janji Politik Bupati Lumajang

18 Maret 2025 - 17:09 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Rampungkan Pembahasan Raperda CSR, Siap Disahkan

18 Maret 2025 - 16:48 WIB

Via CSR, Bupati Lumajang Pastikan Anak Disabilitas Dapat Akses Pendidikan dan Fasilitas Pendukung Layak

16 Maret 2025 - 12:01 WIB

Kapolres Probolinggo Kota Dimutasi, jadi Wadir Resnarkoba Polda Jatim

14 Maret 2025 - 15:04 WIB

Komisi A DPRD Apresiasi Capaian Kinerja Diskominfo Lumajang

12 Maret 2025 - 11:48 WIB

Hujan Lebat, Bupati Probolinggo Gus Haris Sidak Kios untuk Atasi Persoalan Pupuk

10 Maret 2025 - 18:37 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Sertijab Bupati dan Wakil Bupati

7 Maret 2025 - 16:38 WIB

Trending di Pemerintahan