Menu

Mode Gelap
Genjot PAD, Pemkab Probolinggo Ambil Alih Pengelolaan PKL Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Penumpang Terminal Bayuangga Tembus 70.467 Orang, Turun 10 Persen dari Tahun Lalu Kapolres Pasuruan Kota Terbitkan Edaran Jelang Praonan, Ini Aturannya Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (2) Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Lansia dan Warga Rentan, Begini Langkah Dinsos Jember Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup

Kesehatan · 18 Feb 2024 12:43 WIB

Puluhan Sapi di Lumajang Terserang Lato-lato, Petani Cemas


					MERESAHKAN: Petugas kesehatan hewan dibantu peternak di Lumajang memeriksa hewan yang diduga terpapar virus lato-lato. (foto: Asmadi). Perbesar

MERESAHKAN: Petugas kesehatan hewan dibantu peternak di Lumajang memeriksa hewan yang diduga terpapar virus lato-lato. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Pulahan ekor sapi di Kabupaten Lumajang terserang penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang kini akrab disebut penyakit ‘Lato-lato’. Para peternak pun mengaku khawatir penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian pada ternak.

Berdasarkan informasi yang didapat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, penyakit lato-lato pada sapi disebabkan oleh virus dari keluarga Poxviridae. Virus ini tersebar melalui gigitan serangga dan nyamuk.

“Sudah kami lakukan penelitian, bahkan kasusnya hampir mencapai 100 ekor. Jumlah detilnya, kami masih belum menghitung,” kata Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, Endra Novianto, Minggu (18/2/24).

Menurut Endra, sapi yang terinfeksi penyakit tersebut akan mengalami demam, kehilangan nafsu makan, lesu, dan mengalami penurunan stamina secara signifikan.

“Ciri-ciri sapi yang terpapar virus lato-lato ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit terutama pada bagian leher, punggung, dan perut,” beber dia.

Endra menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah upaya untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut melalui vaksinasi masif kepada hewan ternak.

“Upaya kami saat ini, melakukan pengobatan sapi yang terinfeksi LSD dan vaksinasi LSD,” jelasnya.

Disamping itu, kata dia, pihaknya juga membagikan desinfektan kepada peternak. Hal itu dilakukan, agar sapi milik peternak tidak terserang penyakit lato-lato.

“Selain itu, kami juga membagikan desinfektan kepada peternak. Hal ini untuk mencegah penyebaran lato-lato dengan menyemprot kandang sapi menggunakan cairan desinfektan,” pungkas Endra.

Salah seorang peternak, Suyanto mengaku was-was dengan serangan virus lato-lato pada ternak. Ia khawatir penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian.

“Ya khawatir sekali. Kalau sapinya tidak mau makan, sapi tentu bakal kurus, bisa-bisa mati, apalagi ketahanan bodinya berkurang,” aku petani asal Desa Bades, Kecamatan Pasirian ini. (*)

 

 

Editor: Mohamad S

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Yukh, Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh saat Berpuasa, ini Tipsnya

10 Maret 2025 - 12:05 WIB

Penting! Hindari 7 Makanan dan Minuman ini Agar Tubuhmu Tetap Sehat Selama Berpuasa

9 Maret 2025 - 12:12 WIB

Waspada! Satu Orang Warga Probolinggo Meninggal Dunia Akibat DBD

7 Maret 2025 - 17:55 WIB

Tips Berpuasa di Bulan Ramadhan: Makanan, Olahraga, dan Waktu Tidur yang Tepat

3 Maret 2025 - 08:52 WIB

Program Persalinan Gratis Mulai Dapat Diakses Masyarakat Lumajang

27 Februari 2025 - 18:15 WIB

Terjangkit TBC, 130 Orang di Lumajang Meninggal

25 Februari 2025 - 15:44 WIB

Pelayanan Dikeluhkan Keluarga Pasien, ini Penjelasan RSUD Waluyo Jati Kraksaan

24 Februari 2025 - 18:21 WIB

Trending di Kesehatan