Menu

Mode Gelap
Meski Wisata Ranu Regulo Dibuka, Jalur Pendakian Gunung Semeru Tetap Ditutup Kapolres Sebut Arus Balik di Probolinggo Ramai Lancar, Angka Kecelakaan Minim Mitigasi Bencana, BPBD Jember Siapkan Tiga Destana Baru Sosok Kakek Calang, Pembabat Desa Kamalkuning Probolinggo (1) Janda Muda di Probolinggo Ditemukan Bersimbah Darah Ditengah Jalan, Diduga Korban Pembunuhan Wisata Jeep di Gunung Semeru Lumajang, Menyusuri Rute Bekas Erupsi 2021 Silam

Kesehatan · 28 Feb 2024 17:19 WIB

Pemprov Pasok 10.000 Dosis Vaksin, DKPP Lumajang: Masih Terbatas


					VAKSINASI: Proses penyuntikan hewan ternak di Senduro, Lumajang. (foto: Asmadi) Perbesar

VAKSINASI: Proses penyuntikan hewan ternak di Senduro, Lumajang. (foto: Asmadi)

Lumajang,- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang mengatakan, jumlah vaksin virus Lumpy Skin Disease (LSD) sangatlah terbatas. Sebab, DKPP Lumajang hanya mendapatkan 10.000 vaksinasi LSD.

Bahkan, jumlah tersebut sudah dibagikan ke beberapa peternak sapi. Salah satunya, para peternak sapi perah di Kecamatan Senduro.

“Untuk vaksinnya, kami mendapatkan 10.000 dosis dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebagian sudah kami sebar di peternakan sapi Senduro,” kata Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Lumajang Endra Novianto, saat dikonfirmasi, Selasa (28/2/2024).

Meski telah diberikan vaksin, kata Endra, pihaknya meminta peternak sapi untuk lebih aktif menjaga ternaknya dengan memberikan pakan yang kaya protein.

Selain itu, Endra meminta agar peternak lebih aktif untuk meminta vaksin ke petugas kesehatan hewan setempat. Sebab, jumlah vaksin yang dimiliki pemkab saat ini masih terbatas.

Sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan vaksinasi massal seperti saat penyakit kuku dan mulut (PMK) menyerang tahun lalu. Karena, jumlah vaksin yang didapat sangat terbatas.

“Jumlah vaksin kami tidak sebanyak waktu PMK, jadi memang kami prioritaskan masyarakat yang memang ingin sapinya divaksin,” imbuh Endra.

Jika vaksin itu habis, kata Endra, masih bisa mengajukan lagi ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, prosesnya akan lama dan tidak bisa langsung tersedia.

Di samping itu, vaksin LSD memiliki masa kadaluarsa. Sehingga, stok yang ada harus sebisa mungkin dimanfaatkan oleh peternak sapi.

“Vaksin ini punya masa kedaluwarsa, karena stok kami terbatas. Jadi kami imbau masyarakat untuk lebih aktif meminta. Walaupun bisa meminta kuota tambahan tapi kan juga perlu waktu, tidak bisa instan. Pengalaman kami waktu PMK itu banyak yang menolak vaksin karena merasa sapinya sehat,” pungkas dia. (*)

 

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Jaga Tubuh Tetap Bugar, ini Tips Memilih Makanan saat Lebaran

30 Maret 2025 - 14:35 WIB

Tips Sehat Selama Ramadan, ini Cara Menjaga Pola Makan saat Buka Puasa

15 Maret 2025 - 07:23 WIB

Yukh, Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh saat Berpuasa, ini Tipsnya

10 Maret 2025 - 12:05 WIB

Penting! Hindari 7 Makanan dan Minuman ini Agar Tubuhmu Tetap Sehat Selama Berpuasa

9 Maret 2025 - 12:12 WIB

Waspada! Satu Orang Warga Probolinggo Meninggal Dunia Akibat DBD

7 Maret 2025 - 17:55 WIB

Tips Berpuasa di Bulan Ramadhan: Makanan, Olahraga, dan Waktu Tidur yang Tepat

3 Maret 2025 - 08:52 WIB

Program Persalinan Gratis Mulai Dapat Diakses Masyarakat Lumajang

27 Februari 2025 - 18:15 WIB

Terjangkit TBC, 130 Orang di Lumajang Meninggal

25 Februari 2025 - 15:44 WIB

Pelayanan Dikeluhkan Keluarga Pasien, ini Penjelasan RSUD Waluyo Jati Kraksaan

24 Februari 2025 - 18:21 WIB

Trending di Kesehatan